Rabu, 8 April 2026

Dibentuk Mantan Karyawan Hotel, Magali Kopi di Kota Bandung Rekrut Pekerja PHK

Menikmati kopi, termasuk di Magali Kopi, sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban dalam satu dekade terakhir

Penulis: Shania Septiana | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Shania Septiana
Magali Kopi di Jalan Bengawan Nomor 67, Cihapit, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Shania Septiana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Menikmati kopi, termasuk di Magali Kopi, sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban dalam satu dekade terakhir. Alhasil, coffee shop atau kafe selalu menjadi tempat favorit.

Bukan hanya sebagai tempat bersantai dan berkumpul bersama sahabat, coffee shop atau kafe juga menjadi titik temu jika ingin kumpul santai bersama teman dan sahabat. Apalagi hal ini semakin menyenangkan dengan tersedianya koneksi wifi.

Meski sajian yang ditawarkan berbeda di antara coffee shop atau kafe, kopi tetap jadi minuman favorit yang paling banyak dipesan.

Salah satunya adalah kedai kopi yang sudah berdiri hampir satu tahun di Kota Bandung yaitu Magali Kopi di Jalan  Bengawan Nomor 67, Cihapit, Kecamatan Bandung Wetan.

Kedai kopi yang memiliki suasananya yang cozy dan tempatnya strategis di tengah kota tersebut, tentu bisa jadi pilihan tempat nongkrong kala sore menjelang.

Sayup-sayup suara lagu tahun 1990-an menambah asyik suasana nongkrong di Magali Kopi.

Pranajaya, pemilik Magali Kopi di Jalan Bengawan Nomor 67, Cihapit, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.
Pranajaya, pemilik Magali Kopi di Jalan Bengawan Nomor 67, Cihapit, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung. (Tribun Jabar/Shania Septiana)

Baca juga: Tips Jaga Tubuh Agar Tidak Dehidrasi Selama Puasa, Hindari Makanan dan Minuman Berikut Ini

Baca juga: Gadis Bulukumba Dilamar dengan Uang Panaik Rp 1,6 Miliar tapi Wujudnya Bukan Emas apalagi Barang

Magali Kopi didirikan karena dampak pandemi juga tekad dan pengalaman dari sang pemilik, Pranajaya. 

"Karena ada saya dan beberapa rekan saya yang terdampak pandemi, dunia pariwisata dan perhotelan khususnya FMB drop, akhirnya kami buat Magali ini," ucapnya.

Mantan Director of Food And Beverage Luxton Hotel itu merekrut para karyawan yang di-PHK dari tempat mereka bekerja untuk membantu usahanya di Magali Kopi.

"Ada satu orang yang fix ikut kita, jadi lahan pekerjaan baru," ucapnya. Magali berasal dari bahasa Prancis yang artinya mutiara, satu di antara barang berharga yang susah dicari. Kenapa mutiara? Karena serupa dengan biji kopi," ujarnya.

Menurutnya, dua di antara kopi yang terbaik dari Jawa Barat adalah kopi Malangbong dan Ciwidey.

"Kopi cukup hype untuk saat ini. Pengalaman kami ditambah lokasinya yang strategis dan bekerja sama dengan Bebek A' Yayo tentunya bisa jadi benefit untuk Magali Kopi," kata Pranajaya.

Baca juga: VIDEO Puasa Hari Pertama, Alun-alun Lembang Ramai Dikunjungi Orang yang Ngabuburit

Baca juga: VIDEO Seniman Kuningan Sulap Suku Cadang Bekas Jadi Patung Bernilai Seni, Dibandrol Harga Jutaan

Respons dari pecinta kopi ketika tahu ada Magali Kopi ini sangat baik. Setiap harinya terjual sekitar 50 gelas.

"Respons yang sangat baik dari teman-teman yang suka kopi, yang datang pun banyak, pengunjung itu sekitar umur 20-40 tahun," ujar Pranajaya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved