Breaking News:

Polresta Cirebon Ringkus Komplotan Jambret, Kerap Beraksi di Pasar Sandang Tegalgubug

Kawanan jambret tersebut kerap beraksi di Pasar Sandang Tegalgubug, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon.

Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
Plt Wakapolresta Cirebon, Kompol Purnama (kanan), saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Sabtu (10/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Cirebon meringkus komplotan jambret.

Plt Wakapolresta Cirebon, Kompol Purnama, mengatakan, komplotan itu beranggotakan tiga orang, yakni UR (32), MF (27), dan DN (19).

Menurut dia, kawanan jambret tersebut kerap beraksi di Pasar Sandang Tegalgubug, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon.

"Para tersangka juga saling berbagi peran saat beraksi," ujar Purnama saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Sabtu (10/4/2021).

Ia mengatakan, UR berperan sebagai joki yang mengemudikan sepeda motor, dan MF menjadi eksekutornya.

Sementara DN merupakan penadah barang-barang hasil kejahatan yang dilakukan kedua rekannya.

Modus operandi komplotan itu ialah menjambret barang berharga para pengunjung Pasar Sandang Tegalgubug.

Baca juga: Gempa Bumi di Jawa Timur Hari Ini, Enam Orang Meninggal Dunia dan Satu Orang Luka Berat

Mereka biasanya membuntuti pengunjung yang pulang berbelanja di pasar tersebut.

"Sasarannya kebanyakan ibu-ibu yang menaruh ponsel atau dompetnya di dashboard sepeda motornya," kata Purnama.

Purnama menyampaikan, setibanya di tempat sepi UR dan MF langsung melancarkan aksinya kemudian kabur.

Nantinya, barang hasil aksi tersebut dijual kepada DN. Bahkan, dari pengakuan mereka aksi semacam itu telah dilakukan sebanyak empat kali.

Baca juga: Sama Seperti Persib Bandung, Pelatih Persebaya Surabaya Juga Siapkan Algojo Penalti

Petugas menciduk komplotan tersebut setelah penjambretan yang dilakukan pada 21 Januari 2021.

"Mereka dijerat Pasal 363 KUHP dan Pasal 480 KUHP serta diancam hukuman maksimal lima tahun penjara," ujar Purnama.

Pihaknya juga memastikan tersangka inisial DF merupakan residivis kasus serupa.

Baca juga: Gudang Tuak di Kandang Ayam di Tasik Terbongkar, Berawal dari Warga Curiga Kandang Ayam Bau Masam

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved