PT KAI Daop 3 Cirebon Berlakukan Tarif Baru untuk Rapid Test Antigen Mulai Hari Ini
PT KAI Daop 3 Cirebon memberlakukan tarif baru untuk layanan rapid test antigen mulai hari ini, Jumat (9/3/2021).
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Giri
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - PT KAI Daop 3 Cirebon memberlakukan tarif baru untuk layanan rapid test antigen mulai hari ini, Jumat (9/3/2021).
Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Suprapto, mengatakan, kini tarif rapid test antigen menjadi Rp 85 ribu.
Sebelumnya tarif layanan tersebut di sejumlah stasiun wilayah PT KAI Daop 3 Cirebon ialah Rp 105 ribu.
"Tarif rapid test antigen turun Rp 20 ribu dari sebelumnya," kata Suprapto saat ditemui di Stasiun Cirebon, Jalan Inspeksi, Kota Cirebon, Jumat (9/4/2021).
Ia mengatakan, tarif baru itu berlaku mulai hari ini di semua stasiun yang menyediakan layanan rapid test antigen.
Saat ini, layanan itu tersedia di stasiun wilayah PT KAI Daop 3 Cirebon, yaitu di Stasiun Cirebon, Stasiun Cirebon Prujakan, dan Stasiun Jatibarang.
Baca juga: Sesosok Hewan Buas Kagetkan Pemancing di Pangandaran, Diduga Buaya dengan Panjang Lebih 3 Meter
Baca juga: Empat Pemain Persib di Fase Grup Ditinggal di Bandung, Ini Daftarnya, sang Kapten Ikut Pergi
Karenanya, penurunan tarif tersebut semakin menambah pilihan bagi penumpang yang akan menaiki kereta api jarak jauh.
Sebab, mereka harus menunjukkan surat keterangan negatif Covid-19 dari hasil pemeriksaan swab test, rapid test antigen, dan GeNose test.
"Itu sesuai Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 No 12 Tahun 2021 dan Surat Edaran Kementerian Perhubungan No 27 Tahun 2021," ujar Suprapto.
Ia menyampaikan, dalam surat edaran itu diatur, masa berlaku hasil negatif rapid test Antigen adalah tiga hari sejak pengambilan sampel.
Baca juga: 7 Warga Griya Maleber Cianjur Diisolasi di Pacet, 3 Melakukan Isolasi Mandiri, Lingkungan Disemprot
Pihaknya juga mendukung penuh upaya pemerintah dalam melakukan skrining deteksi Covid-19.
"Terutama pada moda transportasi kereta api untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19," kata Suprapto. (*)