Breaking News:

Aa Umbara Tersangka Korupsi

Komentar Ridwan Kamil Setelah Bupati KBB Aa Umbara Ditahan KPK: Bolanya Ada di Kemendagri

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna, dan putranya, Andri Wibawa, Jumat (9/4/2021).

Tribun Jabar/Muhamad Syarif Abdussalam
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil. 

"Tapi formalitas untuk melakukannya saya tidak bisa melakukan sendiri. Jadi pasti Pak Hengky Kurniawan. Tapi penetapannya kapan dan bagaimana, karena masih berurusan dengan status hukum, jadi belum pasti," katanya.

Sebelumnya, Ridwan Kamil meminta masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Bandung Barat untuk tetap tenang terkait dengan penetapan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna sebagai tersangka oleh KPK atas kasus pengadaan bantuan sosial Covid-19.

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini mengatakan Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan sementara akan mem-back up tugas Aa Umbara yang tengah menjalani proses hukum.

"Sistem politik pemerintahan di Indonesia sudah ada back up, sehingga tidak mengurangi pelayanan publik dan pengambilan keputusan," kata Ridwan Kamil di Ciumbuleuit, Kota Bandung, Jumat (2/4/2021).

Bupati Bandung Barat Aa Umbara dan anak laki-lakinya Andri Wibawa, dihadirkan dalam konferensi pers di KPK, Jumat (9/4/2021).
Bupati Bandung Barat Aa Umbara dan anak laki-lakinya Andri Wibawa, dihadirkan dalam konferensi pers di KPK, Jumat (9/4/2021). (Youtube KPK)

Mengenai penunjukan Pelaksana Tugas Bupati Bandung Barat secara definitif, dia mengatakan belum bisa ditentukan karena masih menunggu keputusan pengadilan.

"Plt biasanya wakil, tapi tidak bisa definitif sebelum ada keputusan. Jadi kita harus ada asas praduga tak bersalah ya," katanya

Dia mengatakan, kepala daerah yang lainnya diminta tetap fokus kepada manajemen untuk menyukseskan pemulihan ekonomi dan pandemi Covid-19.

"Jangan tergoda dan ikut-ikutan turun ke teknis yang di mana ada anggaran-anggaran yang nanti akhirnya terpeleset dan akhirnya salah keputusan, itu yang terjadi. Harusnya fokus di tataran kebijakan saja, pada saat terlalu ke teknis, maka di situlah terjadi satu atau dua pelanggaran," katanya.

Mantan wali kota Bandung itu sangat prihatin dan sedih karena ada pejabat negara yang tersandung kasus bantuan sosial Covid-19.

Menurutnya kasus dugaan korupsi bantuan sosial tersebut melukai hati masyarakat dan pemerintah yang tengah kompak menangani pandemi Covid-19 beserta dampak-dampaknya.

Halaman
123
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved