Breaking News:

Jeritan Hati Sopir Bus di Sumedang, Kondisi Semakin Susah dengan Keputusan Larangan Mudik

Momen mudik Lebaran tahun ini yang sudah ditunggu-tunggu sopir bus di Kabupaten Sumedang menjadi cerita tak mengenakkan.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Sopir bus dari Perusahaan Otobus (PO) Medal Sekarwangi (MS), Yusdian Abdullah. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Momen mudik Lebaran tahun ini yang sudah ditunggu-tunggu sopir bus di Kabupaten Sumedang menjadi cerita tak mengenakkan. Pasalnya, pemerintah pusat memutuskan larangan mudik Lebaran.

Sebenarnya, momen mudik sangat ditunggu karena selama ini pendapatan menurun karena ada aturan pembatasan penumpang 50 persen.

Sopir bus dari Perusahaan Otobus (PO) Medal Sekarwangi (MS), Yusdian Abdullah (42), mengatakan, adanya larangan mudik tersebut membuat para sopir bus kesusahan.

"Repot pasti, karena (mudik) kan dilarang pemerintah," ujar Yusdian saat ditemui di Kantor PO Bus Medal Sekarwangi, Jumat (9/4/2021).

Pada momen mudik Lebaran, biasanya jumlah penumpang akan banyak dan meningkat drastis dibanding hari-hari biasanya. Hal tersebut ditunggu para sopir meskipun ada pembatasan jumlah penumpang.

"Kalau masalah penumpang dari sekarang juga sudah dibatasi setengahnya, paling banyak 25 sampai 30 penumpang," kata Yusdian.

Baca juga: Salat Tarawih dan Id di Masjid di Bandung Diperbolehkan, Begitu Juga Buka Bersama, Ini yang Dilarang

Baca juga: Pelaku Pencurian Modus Pecah Kaca di Ciamis Diciduk, Berhasil Bawa Kabur Uang Rp 101 Juta

Namun, banyaknya penumpang itu tidak akan bisa dirasakan lagi oleh para sopir bus karena ada larangan mudik mulai 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang. Sehingga mereka tidak bisa mengangkut penumpang lagi.

"Semoga masalah penyakit Covid-19 bisa selesai, biar bisa beroperasi lagi seperti biasa," katanya.

Sebelumnya, Kepala Bagian Operasi dan Teknik PO Bus MS, Robert Hendrik Kencem, mengatakan, karena bus tidak bisa beroperasi mulai 6 Mei hingga 17 Mei 2021, maka pihak PO dan karyawan dipastikan tidak akan memperoleh pendapatan.

"Dampak jelas (ada), apalagi mereka itu (karyawan) kan punya anak istri ya. Mulai 6 hingga 17 Mei itu dampaknga akan sangat terasa, apalagi ke pihak perusahaan," ucap Hendrik.

Baca juga: Diduga Karena Korsleting Listrik, Dua Toko di Karawang Terbakar Dini Hari

Baca juga: Video Teaser Ikatan Cinta Malam Ini, Andin Bahagia, tapi Al Ragu Kenyataan Akan Memburuk

Baca juga: Cek Jadwal Buka Puasa Ramadhan 1442 H Kota Bogor, Hari Pertama Puasa Azan Magrib Jam 18.00 WIB

Padahal, kata dia, momen mudik Lebaran ini sangat ditunggu-tunggu oleh PO Bus, karena biasanya banyak penumpang dan bisa membuat pendapatan PO maupun sopir meningkat.

"Betul, (ramai penumpang) apalagi saat arus baliknya, dan kami sudah mempersiapkan apa yang dibutuhkan masyarakat Sumedang," katanya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved