Gempa Bumi
Mengenal John Milne, Penemu Seismograf, Berjasa dalam Perkembangan Alat Ukur Gempa Bumi
John Milne berjasa dalam perkembangan penelitian mengenai gempa bumi. Dia adalah ahli geologi dan insinyur penemu seismograf.
TRIBUNJABAR.ID - John Milne berjasa dalam perkembangan penelitian mengenai gempa bumi.
Dia adalah ahli geologi dan insinyur penemu seismograf.
Seismograf merupakan alat untuk mengukur kekuatan gempa.
Di negara rawan bencana seperti Indonesia, penggunaan seismograf kerap digunakan karena seringnya terjadi peristiwa gempa.
Bencana alam ini juga baru terjadi di Jepang berkekuatan magnitudo 7,2 pada Sabtu (20/3/2021) sekitar pukul 18.09 waktu setempat.
Baca juga: Gembar-gembor Ibu Kota Negara Pindah ke Pulau Kalimantan, Benarkah Bebas dari Gempa? Ini Faktanya
Baca juga: Jangan Panik, Lakukan Ini Bila Terjadi Gempa Bumi, Lengkap Persiapan Sebelum dan Sesudah Guncangan
Gempa di perairan Pasifik, wilayah Miyagi ini berkedalaman 60 kilometer.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) memberi peringatan dini gelombang tsunami sekitar setinggi 1 meter.
Berbeda dengan bencana alam lain, seperti banjir, longsor, gunung meletus, dan sejenisnya.
Gempa bisa datang kapan saja dan dalam waktu singkat dapat memporakporandakan bangunan di permukaan bumi.
Mari mengenal lebih jauh soal seismograf dan penemunya, John Milne.
Bagaimana sepak terjang John Milne dalam usahanya mengembangkan seismograf?
Jadi profesor di Jepang
John Milne lahir pada 30 Desember 1850 di Liverpool, Inggris.
Dilansir dari Lemelson, ia bersekolah di King's College dan Royal School of Mines, di mana dia mendapatkan mandat untuk menjadi insinyur pertambangan.
Milne pertama kali mulai bekerja di Eropa dengan melakukan penyelidikan mineral untuk tambang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/seismograf-yang-merekam-adanya-gempa_20150728_075237.jpg)