Breaking News:

Kondisi Terkini Bayi Kembar Hasna-Husna setelah Operasi Pemisahan, Demam, Belum Lewati Masa Kritis

Bayi kembar siam bernama Hasna Alfa Thunisa Nugraha dan Husna Alfa Thunisa Nugraha (Hasna-Husna) alami demam dan belum lewati masa kritis.

Istimewa
Bayi kembar siam bernama Hasna Alfa Thunisa Nugraha dan Husna Alfa Thunisa Nugraha (Hasna-Husna), yang sukses menjalani operasi pemisahan pemdempetan dada dan perut di Rumah Sakit Pusat dr Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bayi kembar siam bernama Hasna Alfa Thunisa Nugraha dan Husna Alfa Thunisa Nugraha (Hasna-Husna), yang sukses menjalani operasi pemisahan pemdempetan dada dan perut di Rumah Sakit Pusat dr Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung, mengalami demam.

Ketua Tim Penanganan Bayi Kembar Siam RSHS Dikki Drajat Kusmayadi mengatakan kondisi terakhir, sehari setelah operasi pemisahan yang berlangsung sembilan jam tersebut, bayi kembar tersebut belum melewati masa kritis.

Baca juga: Heboh Video Viral Becak Goyang di Pinggir Jalan di Medan, Diduga Aksi Asusila, Polisi Turun Tangan

Baca juga: Kabar Baru Ningsih Tinampi, Tempat Praktik Tutup, Ningsih Sebut Dilamar Juragan Durian? Ini Faktanya

Baca juga: Nama Diskominfo Indramayu Dicatut Orang Tak Dikenal, Keliling Paksa Beli Foto Bupati Rp 500 Ribu

"Untuk keduanya, nadi masih tinggi. Kemudian keduanya ada demam. Tetapi sudah dipastikan demam ini bukan karena infeksi. Tapi disebabkan karena ada zat pirogen atau zat yang menimbulkan panas tubuh," kata Dikki melalui siaran video, Kamis (8/4).

Dikki mengatakan demam ini biasa terjadi akibat kerusakan jaringan yang cukup luas. Seperti diketahui, katanya, pada operasi pemisahan kembar siam ini, ada beberapa jaringan sengaja dirusak sebagai upaya pemisahan.

"Hati yang tebalnya 10 sentimeter ke atas, ke samping 4 sentimeter, menimbulkan tentunya ada kerusakan sel-sel hati di pinggir-pinggiran yang dipisahkan. Tulang dada yang kita potong," katanya.

"Kita buka juga, kita potong dinding dadanya dari tulang dada yang naik dipotong, sehingga bagian rongga jantung terbuka, kelihatan jantungnya. Di situ juga ketahuan selaput jantung yang hanya satu, biasanya selaput jantung itu masing-masing ada, Ini satu untuk dua jantung, ini dipisahkan," katanya.

Kemudian untuk menutup luka, katanya, dokter bedah plastik bekerja keras membuat supaya penutupan bisa agak longgar dan tidak terlalu saling tarik-menarik luka. Karena kalau tarik-menarik, akan mengganggu penyembuhannya.

"Makanya memisahkan kulit dari otot di bawahnya itu sama menimbulkan zat pirogen, sehingga timbul demam. Tetapi secara keseluruhan keduanya stabil, kemudian alat bantu napasnya sudah mulai disapih," katanya.

Kondisi Hasna, katanya, memang agak lebih berat karena dipasang juga selang ke dada untuk menghindari kelainan yang disebabkan oleh ekspose atau terbukanya selaput paru-paru. Tetapi pertolongan mesin bantu napasnya sudah bisa mulai dikurangi dan akan disapih.

Halaman
1234
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved