Breaking News:

Rutan Perempuan Bandung

Razia Narkoba dan Tahanan Lesbian di Rutan Perempuan Bandung, Petugas Temukan Parfum dan Cutter

Petugas dari Kemenkum HAM, BNN Kota Bandung, serta TNI dan Polri mendatangi setiap kamar di gedung tahanan yang terdiri atas dua lantai.

Tribun Jabar
Gedung tahanan di Rutan Bandung, Selasa (6/4/2021). Petugas gabungan dari Kanwil Kemenkum HAM Jabar menggelar razia rutin di Rutan Perempuan Bandung di Jalan Raden Roesbandi, Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Petugas gabungan dari Kanwil Kemenkum HAM Jabar menggelar razia rutin di Rutan Perempuan Bandung di Jalan Raden Roesbandi, Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/4/2021).

Menurut pantauan Tribun Jabar, petugas dari Kemenkum HAM, BNN Kota Bandung, serta TNI dan Polri mendatangi setiap kamar di gedung tahanan yang terdiri atas dua lantai.

Razia itu dilakukan untuk mencari barang-barang terlarang seperti narkoba.

Baca juga: Oknum Polisi Jadi Kurir Narkoba, Upahnya Rp 2 Juta dari 10 Gram Sabu-sabu, Terancam Bui Seumur Hidup

Baca juga: Headline Tribun Jabar Hari Ini, 13 Orang Diputus Mati, Dalam Sehari di PN Cibadak, Sukabumi

Dari hasil razia, petugas mengaku hanya menemukan parfum, gunting kuku, pisau kecil atau cutter, jepit rambut hingga korek api.

"Pada razia gabungan kali ini memang kami tidak menemukan barang-barang mencurigakan," ucap Kepala Rutan Perempuan Bandung, Moneka Mayamurti, di Rutan Bandung.

Selain itu, razia dilakukan untuk mengantisipasi aktivitas seksual menyimpang seperti lesbian.

Kasus perilaku seks menyimpang sempat diungkap Tribun Jabar pada 4 Februari 2020.

Dia memastikan kasus lesbian di Rutan Bandung tidak ada dan tidak terjadi lagi.

"Kami pastikan tidak ada dan itu terjadi sebelum saya masuk di sini," ucap Moneka.

Upaya yang dilakukan, kata dia, salah satunya dengan mewajibkan setiap tahanan perempuan memanjangkan rambutnya, di samping juga melakukan pembinaan rohani.

"Kami wajibkan tahanan agar berambut panjang, tidak berambut pendek. Lalu tidak boleh pakai baju yang ketat dan pendek."

"Dan selama di dalam rutan, untuk yang muslim juga berpakaian hijab," ucap Moneka. (*)

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved