Kapal Tabrakan di Indramayu
Cuaca Cerah dan Tak Ada Badai, Mengapa Kapal Nelayan Bisa Tabrak Kapal Kargo Raksasa?
Kombes Pol Widi Handoko mengatakan, padahal menurut keterangan dari BMKG, cuaca saat itu cerah dan tidak terjadi badai.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Ravianto
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Direktur Polairud Polda Jawa Barat, Kombes Pol Widi Handoko mengungkap sejumlah kejanggalan dalam insiden tabrakan kapal di Perairan Indramayu.
Kecelakaan laut itu melibatkan kapal nelayan Barokah Jaya dengan MV Habco Pioneer di Perairan Indramayu pada Sabtu (3/4/2021) sekitar pukul 16.45 WIB.
Baca juga: Mayoritas ABK Barokah Jaya Ternyata Berasal dari Satu Desa, Sedang Berangkat Cari Ikan
Baca juga: Pemilik Kapal Nelayan Barokah Jaya Termasuk dalam Korban Hilang Tabrakan Kapal di Indramayu
Kombes Pol Widi Handoko mengatakan, padahal menurut keterangan dari BMKG, cuaca saat itu cerah dan tidak terjadi badai.
Dengan cuaca yang cerah itu, seharusnya jarak pandang kapal pun seharusnya bagus dan bisa menghindari terjadinya kecelakaan.
"Kita juga belum bisa menyimpulkan apa yang menjadi penyebab kecelakaan," ujar dia.
Dalam hal ini, polisi pun akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap bagaimana kejadian tersebut bisa terjadi.
Saat ini, pihaknya pun masih berusaha mendalami kejadian tersebut sembari fokus melakukan pencarian terhadap korban yang masih hilang.
Terlebih baik korban MV Barokah Jaya dan kru MV Habco Pioneer sampai sekarang belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut.
"Sekarang kita fokus dulu dalam upaya pencarian," ujar dia.
MV Habco Pioneer sendiri merupakan kapal kargo curah atau bulk carrier.
Habco Pioneer memiliki panjang 170 meter dan lebar 27 meter.
Kapal raksasa itu sedang dalam perjalanan dari Balikpapan ke Pelabuhan Merak.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kapal-kargo-curah-atau-bulker-carrier-mv-habco-pioneer.jpg)