Jumat, 10 April 2026

Mengenal Rumah Adat Panjalin, Saksi Bisu Penyebaran Agama Islam di Majalengka Jawa Barat

Rumah Adat Panjalin merupakan satu bangunan bersejarah di Kabupaten Majalengka. Bangunan yang konon

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Ichsan
tribunjabar/eki yulianto
Mengenal Rumah Adat Panjalin, Saksi Bisu Penyebaran Agama Islam di Majalengka Jawa Barat 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Rumah Adat Panjalin merupakan satu bangunan bersejarah di Kabupaten Majalengka.

Bangunan yang konon dibangun pada abad ke-14 itu, menjadi saksi bisu proses penyebaran agama Islam di kota angin.

Pada Jumat (2/4/2021) pagi, Tribun mengunjungi Rumah Adat Panjalin di Blok Rabu atau Dukuh Tengah RT 01/05, Desa Panjalin Kidul, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka.

Di sana bangunan tersebut masih sangat kokoh berdiri.

Terlihat, struktur bangunan secara keseluruhan menggunakan kayu jati.

Secara fisik, bangunan yang menjadi saksi bisu penyebaran agama Islam oleh Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah itu mirip rumah panggung.

Baca juga: Banjir Bandang Hantam 57 Rumah di Kertasari Kabupaten Bandung, Harta Benda Warga Luluh Lantak

Mengenal Rumah Adat Panjalin, Saksi Bisu Penyebaran Agama Islam di Majalengka Jawa Barat
Mengenal Rumah Adat Panjalin, Saksi Bisu Penyebaran Agama Islam di Majalengka Jawa Barat (tribunjabar/eki yulianto)

Rumah ini memiliki 16 tiang penyangga, dua pintu, dan tiga jendela udara kayu.

Bagian dalam rumah adat Panjalin ini terbagi menjadi dua ruang yakni ruang tamu dan ruang utama.

Di atas pintu masuk, terdapat ukiran-ukiran hias yang mengkombinasikan gaya ukiran Mataram, Cirebon dan Padjajaran.

“Kalau melihat hasil penelitian ini dibangun pada zaman wali yaitu Syekh Syarif Hidayatullah. Rumah Panjalin ini menjadi saksi bisu dari penyebaran Islam di wilayah ini,” ujar Juru Pelihara Rumah Adat Panjalin, I Ang Saeful Ikhsan (48) saat ditemui di lokasi, Jumat (2/4/2021).

Saeful menceritakan, sejarah pembangunan rumah adat ini tidak terlepas dari tokoh-tokoh penyebar agama islam di Panjalin.

Menurut Saeful, saat itu Sunan Gunung Jati memerintahkan Syekh Syahroni atau disebut warga Panjalin sebagai Pangeran Atas Angin untuk menyebarkan Islam ke barat Pulau Jawa.

Salah satunya, yakni mengajak penguasa di Rajagaluh untuk memeluk Islam.

Syekh Syahroni kemudian bertemu dengan utusan Mataram yakni Nyi Larasati.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved