Breaking News:

Banjir Bandang Hantam 57 Rumah di Kertasari Kabupaten Bandung, Harta Benda Warga Luluh Lantak

Musibah banjir bandang di Desa Cikembang dan Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung

tribunjabar/cipta permana
Banjir Bandang Hantam 57 Rumah di Kertasari Kabupaten Bandung, Harta Benda Warga Luluh Lantak 

Laporan Wartawan Tribun Jabar.id, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Musibah banjir bandang di Desa Cikembang dan Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Kamis (1/4/2021), mengakibatkan puluhan rumah terendam dan meluluhlantakkan harta benda milik warga.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Tribun Jabar, ada sekitar 57 rumah warga terdampak banjir.

Bahkan, tujuh diantaranya yang berada di kedua desa rusak parah.

Selain itu, banjir yang diduga bersumber dari aliran air di Gunung Haruman itu pun turut merusak sebuah masjid, dan SD Negeri Silih Asih di Desa Cikembang.

Seorang warga RW 13, Desa Cikembang yang turut menjadi korban banjir bandang, Barna (52) mengaku, musibah tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, setelah sebelumnya hujan dengan intensitas kecil telah mengguyur desa tersebut sejak pukul 12.40 WIB. 

Baca juga: Persib Bandung tak Bisa Main di Si Jalak Harupat Jika Lolos ke Babak 8 Besar Piala Menpora 2021

Banjir Bandang Hantam 57 Rumah di Kertasari Kabupaten Bandung, Harta Benda Warga Luluh Lantak
Banjir Bandang Hantam 57 Rumah di Kertasari Kabupaten Bandung, Harta Benda Warga Luluh Lantak (tribunjabar/cipta permana)

Namun, hanya berselang satu jam dari awal turunnya hujan, menurutnya, tiba-tiba debit air dari arah hulu Gunung Haruman meluap dan merendam permukiman warga.

"Kajantenan mah jam duaan (14.00 WIB), hujan ge da henteu ageung, ngeckrek weh kitu ti tabuh setengah hijian (12.30 WIB), mung duka kumaha mimitina, datang cai tarik rugi ka ngeeum ieu (Kejadian sekitar jam dua, hujan juga tidak besar, cuma gerimis dari jam setengah satu, tapi gimana awalnya, tiba-tiba air dengan cepat merendam ini," ujarnya sambil menunjuk ke arah bangunan rumah, saat ditemui di lokasi banjir, Jumat (2/4/2021).

Barna mengaku, saat itu ia baru pulang dari ladang kebunnya, setelah beristirahat sejenak di dalam rumah.

Saat itu, Ia hanya berpikir menyelamatkan anggota keluarganya dan tidak berpikir tentang bagaimana harta benda miliknya, karena hanya dalam hitungan menit debit air dengan cepat meninggi, dari semula setinggi betis hingga pinggang orang dewasa. 

Halaman
12
Penulis: Cipta Permana
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved