Bandara Internasional Kertajati Jadi Bengkel Pesawat, Masih Layani Pemberangkatan Umrah dan Haji?
BIJB Kertajati jadi bengkel pesawat sembari menunggu naiknya penumpang pesawat. Bandara internasional ini tetap layani keberangkatan umrah dan haji.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Kisdiantoro
Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA- Manajemen PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) dan PT Garuda Maintenance Facillity (GMF) langsung menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo agar segera mempersiapkan fasilitas maintenance, repair and overhaul (MRO) pesawat milik pemerintah baik TNI/Polri maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Direktur Utama PT BIJB Salahudin Rafi mengatakan kedua belah pihak langsung menindaklanjuti agar rencana MRO ini bisa seiring dengan penuntasan Tol Cisumdawu yang ditargetkan selesai pada Desember 2021.
Menurutnya kerjasama bisnis ke bisnis (b to b) antara PT BIJB dan PT GMF ini tinggal menentukan pendanaan dan investor.
Baca juga: 2000-an Warga Terdampak Kebakaran Kilang Pertamina Balongan, 714 Orang Mengungsi di GOR Bumi Patra
Baca juga: Derita Istri Terduga Teroris di Sukabumi, Kini Bingung Bayar Cicilan Utang dan Biayai Bayinya
Baca juga: Pihak Teddy Putar Balikkan Kata Rizky Febian Tak Ada Itikad Baik, Kuasa Hukum Iky Ungkap Kejanggalan
Mengingat BIJB sudah memiliki lahan dan dokumen teknis lalu GMF siap dengan mengelola dengan kemampuan SDM dan sertifikasi yang sudah dimiliki.
“Bandara Kertajati tetap sebagai Bandara Internasional, yang melayani umroh dan haji, kargo domestik dan internasional, lalu sambil menunggu bangkitkan penumpang upaya yang dilakukan dengan mempercepat pembangunan dan pengoperasian MRO untuk melayani pesawat TNI/Polri dan BNPB sesuai arahan Pak Presiden dan Gubernur,” ujar Rafi dalam keterangan resmi, Selasa (30/3/2021).
Menurutnya, dengan adanya keputusan pemerintah pusat, maka aksi ini sudah sesuai dengan rencana Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terkait rencana pengembangan bisnis BIJB untuk membuat layanan MRO.
Rafi memastikan keputusan Presiden bukan mengambil alih kewenangan BIJB.
Namun, mengakselerasi pembangunan fasilitas MRO lewat kerjasama BIJB dan GMF sebagai bagian dari kerjasama yang sudah diteken Pemprov Jawa Barat dan Garuda Indonesia 23 Februari silam.
“MRO ini nanti demand-nya berasal dari TNI/Polri dan BNPB. Kami tinggal merumuskan pendanaan dan pembangunan apakah dari investor atau pihak perbankan,” ucapnya.
BIJB sendiri sudah memiliki dan menyiapkan lahan seluas 67 hektar di mana pembangunan tahap I ditargetkan berdiri fasilitas di atas lahan 30 hektare.
Pembangunan MRO menurutnya bisa dikebut dalam waktu satu tahun seiring dengan pengoperasian Tol Cisumdawu.
“MRO tidak rumit, man powernya yang penting, GMF sudah memiliki SDM dan sertifikasi untuk MRO. BIJB menyiapkan lahan sesuai masterplan. Jadi, kami membangun MRO selain melayani pesawat TNI/Polri, juga umum, artinya semua penerbangan sipil dan komersil kita layani di Kertajati,” jelas dia.
Rafi juga memastikan BNPB akan menjadikan Bandara Kertajati sebagai homebase pesawat pemadam kebakaran hutan kebencanaan mulai tahun ini.
Selama ini BNPB memarkirkan pesawatnya di Subang, Malaysia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/gedung-bandara-kertajati-dari-sisi-depan-bijb.jpg)