Breaking News:

Mudik Lebaran Dilarang

Pengusaha Bus Menjerit, Siap-siap Gigit Jari, Kembali Gagal Panen di Musim Mudik Lebaran

Ekky mengatakan mereka sudah harus bersiap gagal panen kembali setelah pemerintah melarang mudik Lebaran tahun ini.

Istimewa
Ilustrasi Bus GR. Foto diambil tahun lalu. 

TRIBUNJABAR,ID. CIAMIS - Seperti halnya Lebaran tahun lalu, hampir dipastikan Lebaran tahun 2021 ini perusahaan angkutan kembali terancam gagal panen.

Pemerintah sudah memutuskan untuk meniadakan kegiatan mudik tahun ini.

“Pemerintah meniadakan kegiatan mudik pada Lebaran tahun ini. Memang harus ada penegasan, dilarang sama sekali atau dibolehkan, tapi dengan syarat yang ketat,’” ujar Sekretaris DPC Organda Ciamis, Rd Ekky Bratakusumah kepada Tribun, Jumat (26/3/2021).

Baca juga: Mahasiswa di Tasikmalaya Gelapkan 52 Unit Mobil Rental Dalam Waktu Enam Bulan, Kini Mendekam di Bui

Baca juga: Jawa Barat Kini Punya Lima Calon Kabupaten Baru, Ini Daftarnya

Bila yang dimaksud dengan ditiadakan tersebut mudik dilarang sama sekali, menurut Ekky, berarti perusahaan angkutan umum akan kembal menghadapi kenyataan pahit, gagal panen. Seperti halnya pada Lebaran tahun 2020.

“Padahal Lebaran merupakan saat-saat yang sangat dinanti bagi perusahaan angkutan umum. Mudik tentu identik dengan tingginya pergerakan orang dan barang. Dan untuk tahun sekarang, mudik (kembali) ditiadakan,” katanya.

Dalam kondisi normal, menghadapi aktivitas mudik lebaran menurut Ekky, hampir semua perusahaan angkutan umum oto bus biasanya mengeluarkan semua armada.

“Seperti bus GR di Ciamis. Dalam kondisi normal, menghadapi mudik mengoperasikan semua armadanya, yakni sebanyak 150 bus,” ujar Ekky yang juga manajer PO bus GR tersebut.

Tapi pada lebaran tahun 2020, menurut Ekky, PO bus GR hanya mengoperasikan 30 armadanya.

Itu pun terpaksa nombok, karena penumpangnya terbatas dan banyak pembatasan.

Untuk menghadapi Lebaran tahun ini kata Ekky, PO Bus GR sudah mulai mempersiapkan diri.

Pemeliharaan bus ditingkatkan, ramp check internal dilakukan untuk mengecek kelaikan bus.

“Kru pun sudah dirapid antigen. Untuk itu semua, tentu telah menggeluarkan biaya yang tidak sedikit. Tetapi ternyata pemerintah memutuskan untuk meniadakan mudik lebaran. Artinya lebaran tahun 2021 ini PO bus kembali menghadapi masa panceklik. Lebaran kedua masa pandemi,” katanya.

Dari komunikasi DPC Organda di kabupaten/kota di Jabar dengan DPD Organda Jabar, menurut Ekky, berharap adanya dialog  antara Organda dengan pemerintah untuk memperjelas secara teknis apa yang dimaksud dengan meniadakan mudik Lebaran tersebut.

Bila yang dimaksud, peniadaan mudik lebaran tersebut sama seperti yang terjadi pada pelabaran 2020 lalu, menurut Ekky, PO bus tetap bisa beroperasi dengan mengangkut penumpang yang jumlahnya dibatasi dan persyaratan yang ketat.

“Tetapi ternyata aturan tersebut hanya berlaku bagi angkutan umum resmi. Sementara travel ilegal pelat hitam, bebas mengangkut penumpang tanpa batasan jumlah penumpang. Mereka bisa mengangkut pemudik sampai ke tujuan. Hal ini juga perlu menjadi perhatian pemerintah,” ujar Ekky.

Baca juga: Kronologi Soleh Terseret Banjir Bandang Sumedang, Sedang Ada di Saung, Kini Terkapar Lemah di RSUD

Baca juga: Ade Londok Sempat Marah-marah di Rumah Sakit, Gara-gara Ini, Bilang Ingin Cepat Keluar dari Penjara

Penulis: Andri M Dani
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved