Soal Kasus Korupsi PDSMU, Kejari Majalengka Hadirkan Saksi Ahli

Saat ini berkas perkara penyidikan hampir rampung setelah pihak penyidik menerima hasil audit perhitungan kerugian negara dari BPKP Bandung

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Cirebon/ Eki Yulianto
Kasi Intel Kejari Majalengka, Elan Jaelani (kiri) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Kejaksaan Negeri Majalengka akan menghadirkan saksi ahli untuk mengusut tuntas kasus korupsi di Perusahaan Daerah Sindangkasih Multi Usaha (PDSMU) milik Pemkab Majalengka.

Hal itu disampaikan Kasi Intel Kejari Majalengka, Elan Jaelani kepada Tribun, Kamis (25/3/2021).

Menurutnya, hal itu merupakan upaya untuk melengkapi berkas Mantan Dirut PD SMU Majalengka, JN (62) sebagai tersangka.

Akibat kasus tersebut, kerugian negara pada perusahaan plat merah itu, mencapai Rp 1,9 miliar lebih.

"Kita akan meminta keterangan saksi ahli keuangan yang akan dilaksanakan pada minggu ini, untuk memperkuat pembuktian tentang keuangan negara," ujar Elan.

Adapun kasus dugaan korupsi di salah satu BUMD Majalengka itu, sebelumnya mulai disidik pada akhir tahun 2020 lalu.

Baca juga: Warga Kasepuhan Ciptagelar Sukabumi Doakan Kang Emil Jadi Presiden, Orangnya Ramah dan Ganteng

Saat ini berkas perkara penyidikan hampir rampung setelah pihak penyidik menerima hasil audit perhitungan kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Bandung.

"Jadi kerugian negara akibat korupsi di PDSMU Majalengka ini, hasil perhitungan BPKP Jawa Barat, sebesar Rp 1.999.578.250," jelas dia.

Sebelumnya, kata dia, kasus dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di PDSMU Majalengka di tahun 2016-2019, setelah mendapatkan kucuran dana sekitar Rp 5 miliar dari Pemkab Majalengka.

"Namun dalam pengelolaannya terdapat penyimpangan dari dua bidang yang dikelola PDSMU, yakni, perumja dan agrobisnis," ucapnya.

Baca juga: Warga Kasepuhan Ciptagelar Sukabumi Doakan Kang Emil Jadi Presiden, Orangnya Ramah dan Ganteng

Elan menambahkan, Pemkab Majalengka memiliki empat BUMD.

Di mana yang tersandung tindak pidana korupsi tak hanya PD SMU saja, melainkan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Majalengka cabang Sukahaji, juga terjerat hal yang sama.

"Jadi, saat ini kita tengah menangani dua kasus korupsi di tubuh perusahaan plat merah milik Pemkab Majalengka ini. Bahkan, kasus yang terjadi di BPR tersebut, kini telah ditingkatkan menjadi penyidikan," katanya.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved