Dewan Minta Pemkot Bandung Gelar Simulasi Sebelum PTM Dilaksanakan, Tedy: Hukumnya Wajib

DPRD Kota Bandung mendorong Pemkot Bandung menggelar simulasi sebelum pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) yang direncanakan mulai Juli.

Penulis: Cipta Permana | Editor: Giri
Tribun Jabar/Cipta Permana
Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan, meminta Pemkot Bandung menggelar simulasi sebelum dilaksanakan pembelajaran tatap muka. 

Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung mendorong Pemkot Bandung menggelar simulasi sebelum pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) yang direncanakan mulai Juli. Tujuannya agar dapat mengetahui kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi selama PTM di tengah pandemi Covid-19.

"Kita tetap mendorong Pemerintah Kota Bandung tetap harus melakukan simulasi penerapan protokol kesehatannya dalam kegiatan pembelajaran tatap muka. Hukumnya wajib. Sehingga antisipasipasi segala kemungkinan bisa dilakukan. Terlebih ketika mereka di dalam kelas, mereka bermain, kemudian ketika akan pulang betul-betul harus dilakukan simulasi," ujar Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan, saat ditemui di Gedung DPRD Kota Bandung, Kamis (25/3/2022).

Ia menambahkan, pihaknya ingin Pemkot Bandung melalui dinas terkait melakukan simulai sama halnya ketika relaksasi ekonomi diberikan.

"Itu (simulasi) kita juga ingin melihat ketika diprosesnya sama dengan ketika Ppemkot membuka mal membuka tempat-tempat hiburan, ada simulasi. Mudah-mudahan tidak dalam waktu yang lama bisa melakukan simulasi tatap muka ini," ucapnya.

Berdasarkan informasi yang diperolehnya dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, awal penerapan PTM tidak akan dilakukan 100 persen.

Sehingga terdapat beberapa skenario yang telah disiapkan.

Baca juga: Doa-doa yang Dibaca di Malam Nisfu Syaban Beserta Artinya, Berikut 7 Amalan yang Dapat Dikerjakan

Baca juga: Dua RT di Bojongmalang Ciamis Dilockdown Setelah Sembilan Warga Terkonfirmasi Posisitf Covid-19

Baca juga: SINOPSIS Ikatan Cinta 25 Maret 2021, Mobil Merah Membuat Elsa Semakin Cemas Kebusukannya Terkuak

"Kita kemarin menanyakan terkait dengan skema penerapan saat kembali dibukanya sekolah tatap muka, ternyata ada beberapa skenario yang bisa dilakukan, ada yang sif pagi ada sif siang. Kemungkinan yang dipakai seperti ini. Tapi ada alternatif lagi sepekan masuk di kelas, sepekan enggak," ucapnya.

Selain itu, dalam penerapannya, penyesuaian beban target pembelajaran pun harus diperhatikan. Termasuk lama kegiatan di dalam kelas, berbagai hal itu harus terus d matangkan.

Tedy menambahkan, para orang tua pun memiliki peran penting dalam keberlangsungan PTM apabila kembali digelar mulai Juli, khususnya dalam hal memperhatikan kesiapan dan mengedukasi protokol kesehatan kepada anak-anaknya.

"Peran serta orang tua untuk mengedukasi anak-anak agar memakai masker standar dan secara konsisten, sangat penting sekali. Meski secara penyiapan sarana tersebut, setelah kemarin kita tinjau ke sekolah-sekolah, mereka sudah siap," katanya.

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, mengungkapkan pihaknya masih menunggu kebijakan pusat.

"Kita terus melakukan persiapan. Pak Ema (Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna) juga terus berkoordinasi dengan dinas terkait, mudah-mudahan masih ada waktu tiga bulan lagi. Saya kira kalau sesuai kebijakan pusat bisa dilaksanakan tatap muka, maka akan kita laksanakan," ujarnya saat ditemui di Balai Kota Bandung, Kamis (25/3/2021).

Hal senada disampaikan oleh Kepala SMPN 7 Kota Bandung, Lukman Surya Saputra.

Baca juga: Kejati Tahan 3 Tersangka Dugaan Korupsi Pasar Leles, Satu Tersangka Menangis Menjerit Saat Digiring

Baca juga: Polisi Imbau Warga Tetap Waspada, Pohon Besar yang Timpa Mobil di Cianjur Sudah Dievakuasi

Ia mengatakan, instrumen pengisian kesiapan sekolah dalam PTM sudah diberikan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved