Bantuan Pemerintah Tak Kunjung Datang, Warga Renovasi Sendiri Madrasah Aqomariyan Pangandaran
Kondisi Madrasah Aqomariyan yang lapuk dimakan usia, membuat warga Dusun Kemplung, Desa Karangbenda
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Padna
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Kondisi Madrasah Aqomariyan yang lapuk dimakan usia, membuat warga Dusun Kemplung, Desa Karangbenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, merenovasi bangunan tersebut secara gotong royong.
renovasi tersebut dilakukan lantaran warga khawatir ketika Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) atap bangunan ambruk.
Sebelumnya, pengurus madrasah sudah mencoba mengajukan bantuan kepada pemerintah Daerah.
Namun, sampai direnovasi bangunan madrasah tersebut, bantuan yang ditunggu tak kunjung datang.
Baca juga: Vaksinasi Tahap Dua di Sumedang Ditargetkan Selesai Akhir Maret, Sasaran Petugas Pelayanan Publik
"Ini juga, biaya untuk perbaikan bangunan, uangnya dari yang dikumpulkan para jemaah. Seperti pengisian keropak, donatur donatur dan dari uang pribadi yang terkumpul sebanyak Rp 16 juta ditambah dari DKM Rp 3 juta, jadi total Rp 19 juta," ujar Misbah Farid Ketua Yayasan Madrasah Aqomariyan kepada wartawan disela-sela aktivitasnya, Senin (22/3/201).
Kemudian dari 19 juta, lanjut Misbah, untuk membeli material sebesar Rp 6 juta dan sebagian sisanya untuk membayar yang kerja.
Misbah mengaku, sudah pernah mengajukan permohonan bantuan tapi sampai sekarang belum juga ada jawaban.
"Belum ada respon sampai sekarang, dari Pemda maupun kesra desa. Sedangkan, kebutuhan untuk menyelesaikan bangunan ini sekitar Rp 60 juta hingga Rp 70 juta," kata Ia.
Misbah berharap, setiap ada pembangunan atau renovasi tempat ibadah yang berada di lingkungan Pemerintah setempat, agar diperhatikan.
Baca juga: LINK Live Streaming Persija Versus PSM, Lusa Persib Akan Menjalani Laga Pertama di Piala Menpora
"Termasuk, bangunan majelis taklim yang sedang dibangun secara gotong royong ini," ucapnya.
Madrasah Aqomariyan ini terdiri atas 80 Diniyah ditambah majelis taklim sekitar 100 orang lebih. Sementara, untuk santri yang mondok ada dua orang.
Namun, mengingat sedang dilakukan renovasi bangunan, sekitar satu bulan diliburkan dahulu termasuk pengajiannya.