Breaking News:

Kisah Sunarih, di Usia Senja Masih Setia Menenun Kain Gedogan, Tak Mau Kain Khas Indramayu Ini Punah

Usianya 62 tahun. Tangan Sunarih tetap bekerja menghasilkan kain tenun gedogan.

Tribun Cirebon/ Handhika Rahman
Sunarih (62) saat menenun kain gedogan di kediamannya di Desa Juntikebon, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Minggu (21/3/2021). 

INDRAMAYU mempunyai kain tenun khas. Namanya kain tenun gedogan. Di usia senjanya, Sunarih tetap setia melestarikan hasil budaya yang nyaris punah ini.

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Nama gedogan sendiri diambil dari cara pembuatan kain yakni di-gedog dengan alat yang terbuat dari kayu.

Namun, kain yang satu ini sekarang hampir punah karena tidak ada generasi penerus yang menggeluti kerajinan tersebut.

Baca juga: Tak Ada Lagi Mantan Pemain Persib Bandung, Persita Bawa 30 Pemain untuk Jalani Piala Menpora

Baca juga: Peringatan 1.409 Tahun Kerajaan Galuh Digelar di Situs Karangkamulyan, Berlangsung Sederhana

Sunarih (62), merupakan satu dari dua perajin kain gedogan yang hingga saat ini masih tersisa. Ia ingin, suatu saat nanti ada generasi muda yang menjadi penerusnya melestarikan kain tenun gedogan agar tidak punah.

"Barangkali nanti ada yang minat, inginnya, sih, anak muda juga ikut belajar. Minimalnya berkunjung ke sini, kalau banyak yang kunjungan siapa tahu kepikiran mau belajar," ujar Sunarih kepada Tribuncirebon.com di kediamannya di Desa Juntikebon, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Minggu (21/3/2021).

Suranih mengatakan akan dengan senang hati mengajari siapa pun yang ingin mencoba menenun kain gedogan. Ada kepuasan tersendiri saat mengajari generasi muda bagaimana caranya menenun.

"Kalau bisa bagaimana pun kain gedogan ini jangan sampai punah," ujar dia.

Menurutnya, penenun kain gedogan di daerahnya tersisa dua orang.

"Sekarang tinggal dua, saya dengan ibu Sartiwen, dia juga sudah sepuh," ujarnya.

Sunarih mengatakan, satu per satu penenun kain gedogan meninggal dunia. Penenun terakhir yang meninggal dunia adalah Salimah (80). Ia meninggal sekitar satu tahun lalu.

Halaman
123
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved