Breaking News:

Peringatan 1.409 Tahun Kerajaan Galuh Digelar di Situs Karangkamulyan, Berlangsung Sederhana

Mieling Ngadegna Galuh ke-1409 atau peringatan 1.409 tahun berdirinya Kerajaan Galuh dijadwalkan akan berlangsung di Situs Karangkamulyan Cijeungjing.

TRIBUN JABAR/ANDRI M DANI
Masjid berada di rest area Situs Karangkamulyan Ciamis yang menjadi salah satu tempat rehat favorit di jalur selatan. Situs Karangkamulyan akan menjadi tempat pelaksanaan Mieling Ngadegna Ke-1409 Galuh, Selasa (23/3/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Mieling Ngadegna Ke-1409 Galuh atau peringatan 1.409 tahun berdirinya Kerajaan Galuh dijadwalkan akan berlangsung di Situs Karangkamulyan Cijeungjing, Selasa (23/3/2021).

Menurut Wawakil Galuh, Raja Tanpa Mahkota Rd Hanif Radinal Muchtar, peringatan Mieling Ngadegna Galuh tahun 2021 ini akan berlangsung secara sederhana karena masa pandemi virus corona.

“Kami tidak mengeluarkan undangan, tapi juga tidak melarang siapa yang akan hadir. Namun yang hadir harus mematuhi ketentuan protokol kesehatan,” ujar Rd Hanif Radinal Muchtar yang juga Plt Ketua Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) kepada Tribun, Minggu (21/3/2021).

Pada tahun-tahun sebelumnya, peringatan berdirinya Kerajaan Galuh diselenggarakan di Situs Karangkamulyaan atau di bekas Keraton Selagangga yang terletak di Jalan KH A Dahlan Ciamis.

Biasanya acara itu dihadiri perwakilan dari 200 kabuyutan peninggalan Kerajaan Galuh yang tergabung dalam Galuh Sadulur, baik yang ada di Ciamis maupun di luar Ciamis.  

“Untuk tahun ini disepakati pelaksanaan Mieling Ngadegna Galuh di Situs Karangkamulyan,” katanya.

Baca juga: Gempa Bumi Terjadi di Lumajang Jawa Timur Pukul 19.40 WIB Tadi, Namun Tak Terlalu Besar

Baca juga: Tak Perlu ke Jogja atau Malang, Mie Gacoan Sudah Ada di Kota Bandung, di Sini Alamatnya

Baca juga: Ikatan Cinta, Mama Rosa Sangat Terpukul karena Tahu Andin Ternyata Mantan Napi Kasus Pembunuhan

Dari pertemuan dengan perwakilan kabuyutan Galuh di bekas Keraton Selagangga Minggu (21/3/2021) siang, menurut Rd Hanif, disepekati peringatan puncak berlangsung lusa dengan bentuk kegiatan terbatas.

Pada saat bersamaan, kegiatan serupa juga berlangsung di seluruh kabuyutan di 200 situs peninggalan Kerajaan Galuh.

Termasuk kabuyutan yang berada di Soko Galuh (Panjalu), Tengah Galuh (Imbanagara), maupun Sirah Galuh (Kawasen).

 “Jadi perwakilan kabuyutan tidak perlu hadir ke Situs Karangkamulyan. Kabuyutan juga sepakat menggelar acara Mieling Ngadegna Galuh di tiap-tiap kabuyutan. Minimal menggelar tawasulan dan doa,” ujar Rd Hanif, keturunan  keenam RAA Kusumadiningrat yang merupakan bupati ke-16 Galuh atau keturunan ke-17 Prabu Haur Kuning.

Prabu Haur Kuning merupakan keturunan keempat Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi).

Baca juga: Persib Berkekuatan 23 Pemain di Piala Menpora 2021, Tiga Pemain Muda Ini Dipastikan Tak Dibawa

Baca juga: Umar Arsal Tegaskan Tak Ada Dinasti di Partai Demokrat Meski SBY, AHY, dan Ibas Punya Posisi Penting

Kegiatan puncak Mieling Ngadegna Galuh di Situs Karangkamulyan, menurut Rd Hanif, utamanya diisi dengan tawasulan dan sawala budaya di patilasan singasana Kerajaan Galuh abad ketujuh, situs batu Pangcalikan.

“Peringatannya dilakukan sesederhana mungkin dalam bentuk kegiatan terbatas gGuna menghindari kerumunan. Serta tetap selalu mematuhi protokol kesehatan,” katanya. (andri m dani)    

Penulis: Andri M Dani
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved