Breaking News:

Harga Cabai di Sumedang Kian 'Pedas', DPKP Telusuri Penyebabnya ke Tingkat Petani

Pengecekan ke tingkat petani itu dilakukan untuk memastikan penyebab kenaikan harga cabai di pasaran yang sempat tembus Rp 150 per kilogram

Tribun Jabar/ Fauzi Noviandi
ILUSTRASI - pedagang cabai 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Sumedang bakal melakukan pengecekan ke tingkat petani, menyusul moroketnya harga cabai di pasaran.

Pengecekan ke tingkat petani itu dilakukan untuk memastikan penyebab kenaikan harga cabai di pasaran yang sempat tembus Rp 150 per kilogram, padahal asalnya hanya Rp 70 ribu per kilogram.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang, Rudi Suprayogi, mengatakan, biasanya penyebab kenaikan harga cabai itu karena cuaca buruk yang menyebabkan pasokan cabai berkurang.

"Faktor cuaca bisa juga kalau ada hambatan sama penyakitnya, nanti akan kami cek dulu," ujarnya saat dihubungi Tribun melalui sambungan telepon, Minggu (21/3/2021).

Cuaca buruk tersebut, kata dia, bisa menyebabkan para petani di Sumedang mengalami gagal panen, sehingga permintaan pasar dengan pasokan menjadi tidak sesuai.

"Itu sudah menjadi hukum pasar. Nanti saya akan cek juga harga dari petani karena ada rantai pasarnya," kata Rudi.

Baca juga: Menteri Main Perepet Jengkol Buka Jafest 2021, Ada Rekor Dunia Ulinpiadeuh, Berikut Jadwalnya

Jika memang ada kenaikan harga dari tingkat petani, kata Rudi, hal itu karena saat cuaca buruk seperti ini, biaya tanam semakin tinggi, sehingga petani juga memiliki keterbatasan biaya.

"Jadi cost tanam cukup mahal juga, gak terjangkau sama petani. Makanya, kami akan pastikan ke petani, tapi biasanya memang seperti itu," ucapnya.

Sebelumnya, pedagang bahan pangan di Pasar Inpres, Maman Suparman (45) mengatakan, untuk saat ini harga cabai domba yang asalnya hanya Rp 70 ribu perkilogram, kini naik menjadi Rp 150 per kilogram.

"Harga segini jadi sepi sama yang beli," ujarnya saat ditemui di Pasar Inpres Sumedang, belum lama ini.

Baca juga: Perkuat Persib Bandung di Piala Menpora 2021 Mendatang, Farshad Noor Berstatus Trial?

Ia mengatakan, dirinya merasa resah dengan harga pangan, termasuk harga cabai yang terus naik itu dikarenakan jumlah pembeli menjadi menurun.

Menurutnya, harga bahan pangan, terutama cabai itu naik dipicu dengan hujan yang terus menerus sehingga hasil panen tidak seperti biasanya.

"Ya mungkin karena hujan terus jadi hasil panennya sedikit," kata Maman.

Baca juga: Polda Jabar Amankan Laga Piala Menpora di Bandung, Tidak Boleh Ada Penonton? Ini Kata Kabid Humas

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved