Breaking News:

Penjual Sate Kelinci di Lembang Menjerit Karena Pandemi, Pernah Tak Laku Satu Porsi Pun dalam 3 Hari

Penjual Sate kelinci di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, merasakan dampa pandemi Covid-19.

Tribun Jabar/Wildan Noviansah
Suasanas warung Sate Kelinci Barokah yang berlokasi di Jalan Raya Lembang, Kampung Babakan Laksana, Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).  

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Wildan Noviansah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Penjual Sate kelinci di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, merasakan dampa pandemi Covid-19.

Pemilik warung sate kelinci Barokah yang berlokasi di Jalan Raya Lembang, Kampung Babakan Laksana, Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang, merasakan efek negatif itu.

Pemilik warung, Lilis, mengatakan dalam satu hari rata-rata hanya satu sampai dua orang yang datang.

Bahkan tak jarang, tidak ada pembeli sama sekali. 

Lilis mengatakan, sebelum ada pandemi, dalam satu hari bisa menjual 15 sampai 20 porsi sate kelinci.

Menurutnya menurunnya pendapatan sejalan dengan menurunnya jumlah wisatawan yang datang ke daerah Lembang.

"Karena Lembang ini tempat wisata, dan yang jajan ke warung saya pun kebanyakan wisatawan. Begitu pandemi, ada dan tempat wisata dibatasi, ya warung saya pun otomatis jadi sepi," kata dia.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Majalengka Terus Bertambah, Dinkes Akui Kesulitan Melacak Penyebarannya

Baca juga: Persib Bandung Menang 5-0 Atas Tim Porda Kota Bandung, Dua Pemain Ini Cetak Brace, Frets Satu Gol

Baca juga: WNI di Jepang yang Terdampak Gempa Bumi Diminta Segera Melapor kepada KBRI Tokyo

Pegawai Warung Sate Barokah sedang membakar sate kelinci.
Pegawai Warung Sate Barokah sedang membakar sate kelinci. (Tribun Jabar/Wildan Noviansah)

Imbas hal tersebut, dia pun mengalami kerugian.

Saat ini pendapatannya hanya berkisar Rp 100 ribu per hari.

Baca juga: Kakek Baik di Karawang Membujuk dengan Bakso dan Seblak, Siswi SMP Pun Dibikin Tak Berdaya

Baca juga: Khasiat Sate Kelinci, Diburu Pasangan Muda untuk Kesuburan, Bikin Pria Tambah Perkasa

Selain itu, jika tak ada pembeli, dia harus membuang daging kelinci yang busuk. 

"Daging kelinci ini tahan tujuh hari di kulkas. Kalau misal enggak laku, saya bawa ke rumah untuk dimakan. Tapi kadang lupa terus busuk akhirnya dibuang percuma," kata dia.

Dia berharap ke depan keadaan kembali normal dan pembeli sate kelinci di warungnya pun meningkat agar bisa membantu perekonomian keluarganya. (*)

Penulis: Wildan Noviansah
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved