Tarif GeNose
Berlaku Mulai Hari Ini, Tarif GeNose Naik, Stasiun Kiaracondong Juga Layani Tes Ini
Baru sebulan mengoperasikan layanan GeNose, PT Kereta Api Indonesia (KAI) sudah mengumumkan kenaikan tarif, dari Rp 20 ribu menjadi Rp 30 ribu.
Penulis: Cipta Permana | Editor: Hermawan Aksan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Baru sebulan mengoperasikan layanan GeNose, PT Kereta Api Indonesia (KAI) sudah mengumumkan kenaikan tarif.
Tarif alat deteksi Covid-19 berbasis embusan napas itu, yang semula hanya Rp 20 ribu, naik menjadi Rp 30 ribu atau 50 persen dari tarif semula.
Kenaikan tarif GeNose yang harus ditanggung masyarakat itu diumumkan langsung oleh Manajer Humasda PT KAI Daop 2 Bandung, Kuswardoyo, Jumat (19/3/2021).
Baca juga: Siapa Itu Cynthiara Alona, Artis yang Ditangkap karena Diduga Terlibat Prostitusi Online
Baca juga: Prostitusi Anak-anak di Hotel Artis Chyntiara Alona, Rata-rata Berumur 14-15 Tahun
Kuswardoyo mengatakan, tarif GeNose yang selama ini berlaku adalah tarif khusus atau pre-launching.
Tarif baru mulai diberlakukan, Sabtu (20/3/2021).
Kuswardoyo mengatakan, selain menambah pelayanan pemeriksaan di Stasiun Bandung, PT KAI juga mulai menyediakan layanan pemeriksaan GeNose C19 di Stasiun Kiaracondong, sejak Sabtu ini.
"Bersamaan dengan penambahan layanan GeNose C19 di Stasiun Kiaracondong, hal serupa juga dilaksanakan di delapan stasiun lainnya, yakni Stasiun Bekasi, Kiaracondong, Cirebon Prujakan, Tegal, Kutoarjo, Lempuyangan, Semarang Poncol, Jombang, dan Sidoarjo," katanya.
"Total stasiun yang melayani pemeriksaan GeNose C19 menjadi 23 stasiun dari sebelumnya hanya 14 stasiun KAI," ujarnya.
Meski berharap tarif pemeriksaan GeNose tak dinaikkan, sejumlah warga yang kerap bepergian dengan kereta api mengaku tak terlalu mempermasalahkan kenaikan itu.
Sebab, sekalipun kenaikannya mencapai setengahnya, dibandingkan dengan rapid test antibody atau antigen dan swab PCR, tarif GeNose masih terbilang murah.
"Ya, anggap aja kita beli jajanan apa gitu, jadi enggak berat. Apalagi kalau dibandingkan dengan layanan tes lainnya yang mencapai ratusan ribu," ujar Rani Anjani (47), pengguna kereta api, warga Riung Bandung, Kota Bandung, saat dihubungi melalui telepon, kemarin.
Hal senada diungkapkan oleh Andrian Gunawan (24), pengguna kereta api lainnya, asal Soreang, Kabupaten Bandung.
Menurutnya, kenaikan 50 persen ini masih wajar.
"Masih terjangkau, dan ini juga demi kebaikan semua," ujarnya, melalui telepon.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/seorang-calon-penumpang-kereta-api-di-stasiun-bandung-melakukan-tes-genose.jpg)