Ciamis Dilanda Cuaca Ekstrem, Pengrajin Opak Setan Terpaksa Datangkan Singkong dari Magelang
Cuaca ekstrem yang melanda Ciamis belakangan ini membuat pengrajin opak setan (pakset) di Desa Wanasigra
Penulis: Andri M Dani | Editor: Ichsan
“Kami hanya menjual pakset mentah saja (babanggi). Pembeli biasanya datang sendiri ke sini,” ujar Mak Titi.
Kemudian pembeli kata Mak Titi menggorengnya atau menyangrainya di rumah masing-masing jadi pakset atau pikset dengan ditambah bumbu seperti cabai kering (aida) atau atom. Dikemas dan kemudian mereka menjual lagi jadi camilan atau makanan jajanan.
“Saya menjualnya di warung-warung atau di madrasah di kampung,” ujar Maman (45), warga Sirnagalih Desa Gunung Cupu Kecamatan Sindangkasih,
Baca juga: Prediksi Lagu Kontestan Indonesian Idol Malam Ini, Duet dengan Juri, Tayang Setelah Ikatan Cinta
Senin (15/3) siang tersebut Mamang membeli 2,5 kg pakset mentah di dapur usaha pembuatan pakset mentah milik Mak Titi di Dusun Wanasigra tak jauh dari Jembatan Tonjong Wanasigra tersebut.
Pakset mentah yang dibeli tersebut menurut Maman, di rumahnya di Gunung Cupu disangrai jadi kerupuk kemudian diberi bumbu berupa aida, dikemas dalam plastik. Dijual ke warung-warung atau di jual di madrasah maupun sekolah jadi jajanan anak-anak dengan harga Rp 1.000/kantong.
“Sekarang di kampung madrasah kan masih jalan,” katanya