Breaking News:

Ciamis Dilanda Cuaca Ekstrem, Pengrajin Opak Setan Terpaksa Datangkan Singkong dari Magelang

Cuaca ekstrem yang melanda Ciamis belakangan ini membuat pengrajin opak setan (pakset) di Desa Wanasigra

tribunjabar/andri m dani
Ciamis Dilanda Cuaca Ekstrem, Pengrajin Opak Setan Terpaksa Datangkan Singkong dari Magelang 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Cuaca ekstrem yang melanda Ciamis belakangan ini membuat pengrajin opak setan (pakset) di Desa Wanasigra, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis kesulitan bahan baku singkong.

Pengrajin pakset atau juga disebut pikset (keripik setan) terpaksa mendatangkan singkong dari Magelang. Bahkan kadang terpaksa didatangkan dari Lampung. Dengan harga yang lebih mahal dibanding harga singkong lokal Ciamis.

“Yang kami pakai sekarang singkong dari Magelang, sudah ada bandar yang memesannya dari Magelang,” ujar  Mak Titi (60) eorang pengrajin pakset di  Dusun Wanasigra RT 04 /02 Desa Wanasigra Kecamatan Sindangkasih Ciamis kepada Tribun, Senin (15/3).

Karena singkongnya didatangkan dari luar, menurut Mak Titi, harga singkongnya juga lebih mahal dibandingkan harga singkong lokal Ciamis.

Baca juga: Mau Bikin Even atau Konser Musik Saat Pandemi di Kota Bandung ? Ini Prosedur yang Harus Ditempuh

Ciamis Dilanda Cuaca Ekstrem, Pengrajin Opak Setan Terpaksa Datangkan Singkong dari Magelang
Ciamis Dilanda Cuaca Ekstrem, Pengrajin Opak Setan Terpaksa Datangkan Singkong dari Magelang (tribunjabar/andri m dani)

“Harga singkong lokal Ciamis hanya Rp 1.600/kg, tapi karena didatangkan dari Magelang harganya jadi Rp 2.000/kg. Sama kalau didatangkan dari Lampung harganya juga sekitar Rp 2.000/kg,” katanya.

Di Dusun Wanasigra dan Dusun Sukasari merupakan sentra produksi pakset (opak setan), atau warga setempat menyebutkan juga pikset (keripik setan). Bahkan juga disebut kerupuk kaca. Pakset ini mirip kecimpring (opak singkong) tapi ukurannya lebih kecil.

“Namanya macam-macam, ada yang menyebut pikset, pakset atau kerupuk kaca. Sebagian besar warga di sini (Dusun Wanasigra) apalagi di Kampung Sukasari, banyak yang membuat pakset,” ujar Mak Titi.

Bahan baku pembuatan pakset adalah singkong ditambah bumbu garam. Bila tidak ada stok singkong lokal, biasanya bandar  setempat mendatangkan dari Salopa Tasikmalaya, Bogor, bahkan kadang dari Magelang dan Lampung. Sekali datang dari Lampung, singkongnya sampai satu tronton.

“Kami beli singkongnya ke bandar,” katanya.

Baca juga: Jalan Menuju Pantai Sayang Heulang Ambles, Wisatawan Diminta Tempuh Jalur Alternatif

Halaman
12
Penulis: Andri M Dani
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved