Breaking News:

Ada Perumahan di Batujajar KBB Dibangun di Lahan Miring 50 Derajat, Bisa Longsor Seperti Cimanggung

Buntut pembangunan satu perumahan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan longsor

tribunjabar/wildan noviansah
Kepala BNPB, Doni Monardo saat sedang melakukan simbolisasi penanaman pohon dalam acara kegiatan tentatif di Desa Giriasih, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (12/3/2021). Ada Perumahan di Batujajar KBB Dibangun di Lahan Miring 50 Derajat, Bisa Longsor Seperti Cimanggung 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Wildan Noviansah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Buntut pembangunan satu perumahan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan longsor yang terjadi di Cimanggung, Sumedang yang menewaskan 40 orang berpotensi terjadi di Kabupaten Bandung Barat.

Di kawasan Kampung Cibeber Hilir, Desa Giriasih, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tengah dilakukan proyek pembangunan kompleks perumahan di bawah bukti Palasari dengan kemiringan hingga 50 derajat. 

Hal tersebut menyebabkan Desa Cibeber hilir berada di zona rawan bencana.

Menurut Abdul Muhari selaku Direktur Pemetaan dan Risiko Bencana (PRB) BNPB, kerentanan longsor di daerah tersebut berada di kelas menengah ke atas. 

Baca juga: Tinjau Pasien Covid-19 dari Klaster Senam Aerobik, Wabup Tasikmalaya Sebut Mereka Ceria

"Berdasarkan data yang dihimpun, kerentanan longsor di daerah ini menempati kelas menengah ke atas," katanya saat memberikan arahan di kegiatan tentatif di Batujajar, Jumat (12/3/2021). 

Dengan kondisi yang demikian, total ada tiga RW yang berpotensi terdampak. Yakni RW 03, RW 04 dan RW 16. Dengan total 1.586 orang penduduk yang terancam bencana. 

Kepala BNPB, Doni Monardo mengatakan, jika tidak segera dilakukan mitigasi, potensi longsor yang terjadi akan sama dengan longsor yang terjadi di Cimanggung, Sumedang.

"Jika dibiarkan, longsor Sumedang akan terulang. Maka dari itu pihak kami dan instansi terkait melakukan mitigasi disini, juga dilakukan simulasi evakuasi juga," ujarnya.

Baca juga: Kerap Ditolak Wanita, Pria Tinggi 60 Cm Ini Minta Bantu Polisi Cari Jodoh, oleh Polisi Ditolak Juga

Menyikapi hal tersebut, salah seorang warga Desa Cibeber, Siti mengatakan, dengan dilakukannya simulasi dan mitigasi membuat masyarakat sedikit merasa aman. 

Ia berharap, mitigasi yang dilakukan berdampak maksimal agar bisa meminimalisir bencana longsor yang tengah menjadi sorotan. 

"Kita jadi tahu apa yang harus dilakukan ketika semis nanti terjadi bencana. Terlebih dilakukannya simulasi, jadi kita merasa sedikit lebih aman dan waspada," ujarnya.

Penulis: Wildan Noviansah
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved