Vaksinasi Covid di Jabar
Kala Ceu Popong dan Sesepuh Jabar Divaksin Covid-19, ''Meni Asa Jiga Panganten''
Sebelum disuntik dan saat menunggu setelah disuntik, mereka berbincang akrab menggunakan bahasa Sunda.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: taufik ismail
"Alhamdulillah saya dan para tokoh, ada Ceu Popong, ada Kang Uu, Kang Tjetje, sudah divaksin semuanya, dan tokoh ada lain juga di belakang. Ini sudah keluar hasilnya, alhamdulillah tidak ada kejadian ikutan pascainjeksi," katanya.
Dengan cara vaksinasi ini, katanya, bangsa ini bisa diselamatkan dari wabah Covid-19, selain terus menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Terlebih vaksin ini, katanya, telah dijamin keamanannya oleh BPOM dan dijamin kehalalannya oleh MUI.
"Saya tidak merasakan apa-apa setelah disuntik juga. Katanya jarumnya agak panjang, tapi saya tidak melihat, karena saya biasa kalau disuntik diambil darah berani tapi kurang berani melihat jarum, tapi ini tidak terasa ya. Kalau vaksin mau hajian, meningitis, itu lumayan agak sakit, agak terasa, tapi tadi meskipun jarum agak panjang, sakitnya tidak terasa entah karena memang bagus banget cara vaksinnya atau gimana," katanya.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan vaksinasi ini mengawali proses vaksinasi Tahap 2, di antaranya profesi publik dan lansia. Pada hari itu terdapat lebih dari 68 orang yang divaksin.
"Kebetulan lansia-lansia di Jawa Barat ini banyak tokoh-tokoh yang berjasa untuk Jawa Barat, para mantan gubernur dan wakil gubernurnya, istrinya dan lain-lain, kita dahulukan, kemudian para ulama sepuh juga kita dahulukan," katanya.
Vaksinasi massal dilakukan di Gedung Pakuan karena jika hanya mengandalkan puskesmas, waktu vaksinasi bisa lama.
"Karena itu saya mengimbau para bupati dan walikota, camat, lurah, kepala desa, untuk menggunakan fasilitas di wilayahnya sebagai tempat vaksinasi massal di luar puskesmas, itu dipersirakan, untuk mengejar target kita," katanya.
Vaksinasi menggunakan mobil, katanya, sudah dilakukan di Karawang dan pihaknya tengah menyusun vaksinasi secara drive thru. Hal ini untuk mengejar target vaksinasi 150 ribu orang per hari.
Baca juga: Kumpulan Ucapan Selamat Isra Miraj yang Jatuh pada 11 Maret 2021, Bagikan ke Orang Terdekat
Baca juga: Apa Itu Sesar Garsela? Sesar Paling Aktif di Jawa Barat yang Picu Gempa Bandung dan Garut pada 2020
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ceu-popong-divaksin.jpg)