Senin, 11 Mei 2026

Vaksinasi Covid di Jabar

Kala Ceu Popong dan Sesepuh Jabar Divaksin Covid-19, ''Meni Asa Jiga Panganten''

Sebelum disuntik dan saat menunggu setelah disuntik, mereka berbincang akrab menggunakan bahasa Sunda.

Tayang:
Tribun Jabar/Muhammad Syarif Abdussalam
Ceu Popong saat divaksin Covid-19 di Gedung Pakuan, Kamis (10/3/2021). Ia didampingi oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Para sesepuh Jawa Barat menjalani vaksinasi Covid-19 di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (10/3/2021).

Mulai dari gubernur dan wakil gubernur terdahulu, tokoh agama, dan tokoh masyarakat lainnya, menjalani rangkaian vaksinasi Covid-19.

Di antaranya yang menjalani vaksinasi tersebut adalah politikus senior Tjetje Hidayat Padmadinata, Uu Rukmana, dan Popong Otje Djundjunan atau Ceu Popong.

Baca juga: Camat Jatiwangi Majalengka Tak Akan Divaksin Dosis Kedua Usai Dinyatakan Positif Covid-19

Baca juga: Kadinkes: Vaksin Tidak Menjamin 100 Persen Kebal Virus, Hanya Kurangi Sakit dan Risiko Kematian

Kemudian istri Gubernur Jabar ke-9 Aang Kunaefi, dan Gubernur Jabar ke-19 Ahmad Heryawan atau Kang Aher.

Di lokasi vaksinasi, utamanya saat melakukan proses pendaftaran dan saat menunggu bersama setelah divaksin, yakni saat menjalani pemantauan KIPI atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi, mereka bercakap-cakap mencurahkan kerinduan akibat sudah sangat lama tidak bertemu.

Contohnya saat Ceu Popong menyapa Kang Aher yang sama-sama diperiksa sebelum divaksin.

Menggunakan bahasa Sunda, mereka bercakap-cakap saling bertanya mengenai kesibukan mereka masing-masing.

"Meni waas, meni sono. Si Geulis di mana, Si Geulis (Begitu terkenang-kenang, begitu rindu. Si Cantik (Netty Heryawan) di mana)," tanya Ceu Popong kepada Kang Aher yang ada di meja sebelahnya.

Kang Aher pun mengatakan istrinya yang merupakan Angoota DPR RI pun tengah menjalani rapat di DPR RI.

Mereka kemudian mengantre untuk disuntik vaksin. Ceu Popong kemudian merasa kaget saat melihat kursi untuk vaksinasi ditata seperti kursi pelaminan pengantin.

"Meni asa jiga panganten. Kaalaman nya kikieuan (berasa seperti pengantin ya, mengalami juga seperti ini)," katanya yang kemudian didampingi Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menjalani vaksinasi.

Deretan tokoh dan sesepuh Jawa Barat yang divaksin di Gedung Pakuan, Rabu (10/3/2021).
Deretan tokoh dan sesepuh Jawa Barat yang divaksin di Gedung Pakuan, Rabu (10/3/2021). (TribunJabar.id/Muhammad Syarif Abdussalam)

"Atos? Ah teu karasa geuningan (Sudah? Ah tidak terasa ternyata)," tanya Ceu Popong bertanya kepada petugas vaksin setelah dirinya disuntik.

Hal serupa pun dikatakan Kang Aher, "Ah tidak sakit ya ternyata," katanya.

Ditemui seusai menjalani semua rangkaian vaksinasi dosis pertama itu, Kang Aher mengatakan bersyukur bisa ikut divaksin di Gedung Pakuan. Ini adalah bagian dari program Pemprov Jawa Barat untuk menangani Covid-19.

"Alhamdulillah saya dan para tokoh, ada Ceu Popong, ada Kang Uu, Kang Tjetje, sudah divaksin semuanya, dan tokoh ada lain juga di belakang. Ini sudah keluar hasilnya, alhamdulillah tidak ada kejadian ikutan pascainjeksi," katanya.

Dengan cara vaksinasi ini, katanya,  bangsa ini bisa diselamatkan dari wabah Covid-19, selain terus menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Terlebih vaksin ini, katanya, telah dijamin keamanannya oleh BPOM dan dijamin kehalalannya oleh MUI.

"Saya tidak merasakan apa-apa setelah disuntik juga. Katanya jarumnya agak panjang, tapi saya tidak melihat, karena saya biasa kalau disuntik diambil darah berani tapi kurang berani melihat jarum, tapi ini tidak terasa ya. Kalau vaksin mau hajian, meningitis, itu lumayan agak sakit, agak terasa, tapi tadi meskipun jarum agak panjang, sakitnya tidak terasa entah karena memang bagus banget cara vaksinnya atau gimana," katanya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan vaksinasi ini mengawali proses vaksinasi Tahap 2, di antaranya profesi publik dan lansia. Pada hari itu terdapat lebih dari 68 orang yang divaksin.

"Kebetulan lansia-lansia di Jawa Barat ini banyak tokoh-tokoh yang berjasa untuk Jawa Barat, para mantan gubernur dan wakil gubernurnya, istrinya dan lain-lain, kita dahulukan, kemudian para ulama sepuh juga kita dahulukan," katanya.

Vaksinasi massal dilakukan di Gedung Pakuan karena jika hanya mengandalkan puskesmas, waktu vaksinasi bisa lama. 

"Karena itu saya mengimbau para bupati dan walikota, camat, lurah, kepala desa, untuk menggunakan fasilitas di wilayahnya sebagai tempat vaksinasi massal di luar puskesmas, itu dipersirakan, untuk mengejar target kita," katanya.

Vaksinasi menggunakan mobil, katanya, sudah dilakukan di Karawang dan pihaknya tengah menyusun vaksinasi secara drive thru. Hal ini untuk mengejar target vaksinasi 150 ribu orang per hari.

Baca juga: Kumpulan Ucapan Selamat Isra Miraj yang Jatuh pada 11 Maret 2021, Bagikan ke Orang Terdekat

Baca juga: Apa Itu Sesar Garsela? Sesar Paling Aktif di Jawa Barat yang Picu Gempa Bandung dan Garut pada 2020

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved