Rabu, 6 Mei 2026

Gempa Bumi

Gempa Besar dan Tsunami di Selatan Jawa Bisa Dipicu Sunda Megathrust, Begini Cara Selamatkan Diri

Bila terjadi gempa besar dengan magnitudo 9,1 terjadi di zona megathrust, gempa itu berpotensi memicu tsunami 20 meter.

Tayang:
Editor: Hermawan Aksan
tribun jabar
Pantai Selatan Rawan Tsunami, BMKG Perkuat Mitigasi Tsunami Berbasis Masyarakat di Sukabumi 

TRIBUNJABAR.ID - Jalur Sunda Megathrust di selatan Pulau Jawa, jika terjadi gempa besar, disebut-sebut bakal berpotensi tsunami.

Ini bukan menakuti-nakuti karena berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti ITB.

Sunda Megathrust adalah zona subduksi antara Lempeng Indi-Australia dengan Lempeng Eurasia.

Baca juga: Teknologi Kuno Romawi Jubah Gaib Anti Gempa Seperti yang Ada di Colosseum, Mengapa Bisa?

Baca juga: Si Cantik Peraih Emas Olimpiade Ini Terpilih Jadi Anggota Komisi Promosi Rekonstruksi Gempa Bumi

Di mana jalur Sunda Megathrust?

Sunda Megathrust merentang dari pantai barat Sumatra hingga Kepulauan Nusa Tenggara.

Adapun jarak antara Pulau Jawa dan Sumatra ke jalur megathrust sekitar 200-250 km.

Bila terjadi gempa besar dengan magnitudo 9,1 terjadi di zona megathrust, gempa itu berpotensi memicu tsunami 20 meter.

Gelombang tsunami tersebut hanya membutuhkan 20 menit untuk sampai ke pantai.

Ilustrasi gelombang tsunami.
Ilustrasi gelombang tsunami. (Image by Elias Sch. from Pixabay)

Masyarakat tidak perlu panik berlebihan tapi tetap waspada.

Oleh sebab itu, masyarakat harus membekali diri potensi bencana di tempat tinggal.

Selain itu, memahami cara menyelamatkan diri dari tsunami juga diperlukan.

Berikut ini cara menyelamatkan diri saat tsunami menerjang yang dikutip dari Tribun Jateng.

1. Tinggalkan barang-barang

Saat tsunami menerjang, selamatkan diri Anda, bukan barang-barang Anda.

Kesempatan menyelamatkan diri lebih tinggi saat Anda tidak membawa beban apa pun sehingga Anda dapat langsung berpegangan.

Segera jatuhkan barang-barang yang memberatkan Anda atau yang dapat mengambat pergerakan Anda.

2. Lari ke tanah yang lebih tinggi

Bila Anda tinggal di dekat pantai dan terjadi gempa besar, segera pergi ke dataran tinggi tanpa perlu menunggu peringatan tsunami.

Jika Anda sedang ada di luar ruangan, segera cari tanah yang lebih tinggi.

Anda dapat juga memanjat bebatuan atau tempat-tempat tinggi yang bisa Anda jangkau.

3. Naik ke atas gedung

Jika berada di dalam ruangan, jangan keluar.

Memanjatlah ke tempat yang tertinggi di gedung tersebut, bahkan jika perlu, naiklah ke loteng atau rooftop.

Harap diperhatikan cara ini dapat efektif bila gedung tempat Anda berlindung masih terlihat kokoh setelah gempa menyerang.

4. Naik pohon

Cara ini dapat digunakan jika Anda benar-benar tidak ada cara lain atau tempat tinggi lain.

Pohon sering terbawa arus saat tsunami sehingga Anda sebaiknya memilih pohon yang terlihat kokoh.

Dan cara ini hanya dapat diterapkan jika Anda memiliki kemampuan memanjat.

5. Berpegangan pada benda yang mengambang

Saat Anda sudah terbawa arus tsunami, jangan coba berenang.

Jangan panik dan perhatikan sekitar Anda untuk mencari benda yang mengambang.

Raihlah benda tersebut dan tetap berpegangan pada benda tersebut dengan cara memeluknya atau menaruh tubuh atas Anda agar tetap di permukaan air.

Benda tersebut bisa berupa daun pintu, galon, ban, atau batang kayu.

Tetap perhatikan sekitar Anda karena tsunami tidak hanya berbahaya karena ombaknya namun juga karena benda-benda yang terbawa arus.

Perlu diketahui tsunami tidak hanya berbahaya saat datang.

Namun saat tsunami kembali ke pantai juga berbahaya karena membawa sampah atau puing-puing yang dapat membahayakan nyawa Anda.

Jadi, jangan turun sebelum tsunami benar-benar kembali ke pantai atau surut.

Cara Bertahan hidup setelah tsunami menerjang

1. Waspada bencana susulan atau tsunami susulan

Tsunami tidak terjadi pada satu gelombang saja, namun gelombang yang berseri.

Sehingga kemungkinan akan ada banyak gelombang-gelombang lain yang mungkin bisa lebih tinggi dari tsunami pertama.

Sehingga jangan buru-buru turun ke jalan dan mencari keluarga

2. Coba untuk mencari akses informasi

Jangan asal percaya informasi dari mulut ke mulut.

Carilah sumber informasi akurat terdekat seperti radio.

Hal ini penting untuk mengetahui keadaan sekitar apakah sudah aman atau belum.

3. Bertahan dari kekurangan sumber makanan

Efek pasca tsunami tidak bisa dianggap remeh karena kerusakan yang dihasilkan dapat sangat fatal dan besar.

Pasokan makanan, air bersih, dan kesehatan hampir tidak ada dan menunggu bantuan dari luar.

Perlu diwaspadai bahwa Anda tidak bisa sembarangan mengonsumsi makanan atau air di sekitar lokasi tsunami karena adanya mayat ataupun benda lain yang dapat mengontaminasi sumber makanan.

Ada dapat mempersiapkan hal ini dengan membuat survival kit atau paket bertahan hidup dalam satu tas.

Anda dapat memasukkan beberapa makanan kaleng untuk satu hingga dua hari dalam sebuah tas yang Anda simpan di rumah.

Jadi, jika tsunami datang, Anda dapat langsung membawa tas tersebut, tapi pastikan tas itu tidak terlalu memberatkan Anda. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved