Serasa di Hutan Amazon, Main Kayak di Situ Panjalu Kabupaten Ciamis
Namun sensasi berpetualang dengan suasana hutan Amazon bisa dirasakan ketika main kayak berkeliling Situ Panjalu
Penulis: Andri M Dani | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani
TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Bagi yang suka berpetualang di hutan belantara dengan suasana pohon besar rebah menjulur ke permukaan genangan air, tak perlu jauh datang ke pedalaman Kalimantan atau Sumatera. Apalagi Papua.
Namun sensasi berpetualang dengan suasana hutan Amazon bisa dirasakan ketika main kayak berkeliling Situ Panjalu di Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis.
Ketika mengayuh dayung kayak menyusuri sisi Situ Panjalu yang berhubungan langsung dengan hutan Cagar Alam Nusa Gede (Nusa Larangan).
Pengunjung akan dibawah ke suasana hutan, kayu-kayu besar dan pohon mangrove air tawar (bakau hijau) yang tumbuh subur di hamparan genangan air Situ Panjalu.
Juga ada pohon besar yang menjulur ke air, dari kejauhan seperti ular naga membentuk lengkungan mirip gerbang.
Baca juga: Kronologi Munculnya Klaster Ponpes di Dua Pesantren di Indramayu, Begini Kata Satgas
“Main kayak di Situ Panjalu tidak hanya sekedar rekreasi. Tetapi juga ada sisi petualangannya. Semuanya dalam rangka mensyukuri keindahan alam. Bukan untuk merusak alam,” tutur Iwan “Ciwong” Wahyudi (55) owner “Kancra Kayaking “ Situ Panjalu kepada Tribun, Kamis (4/3).
Suasana sisi Situ Panjalu dengan suasana hutan belantara Nusa Larangan tersebut kini disebut spot “Amazon”.
“Spot ini spot alami. Bukan buatan, bukan spot artifisial. Banyak yang terkaget-kaget begitu melihat foto-foto spot amazon ini. Mirip di hutan belantara, Amerika Selatan sana,” kata penggiat pencinta alam yang juga pendiri Kelompok Pencinta Alam UNPAD, Palawa dari angkatan Pager Wangi.
Bagi pengunjung yang ingin berfoto selfi di spot “Amazon” ini menurut Iwan sudah ada pendamping yang siap membantu, yakni Isal dan kawan-kawan dari Galuh Scott Resceu (GSR).
Bagi pengunjung yang beruntung bisa bertemu biawak atau satwa lainnya. Hanya untuk dilihat ketika mereka melintas. Bukan untuk diganggu.
“Kalau buaya pasti tidak ada. Tidak hanya biawak, pada musim-musim tertentu, kadang burung kuntul sering bermigrasi ke hutan ini,” ujar Isal.
Baca juga: VIDEO-AHY Buka Suara, Ketua Umum Demokrat yang Sah, Sebut KLB Sumut Ilegal, Abal-abal, dan Bodong
Dan yang paling pasti, para pengunjung yang tengak bermain kayak berkeliling Situ Panjalu akan mendengar jeritan koloni kalong (kelelawar) yang bergelantungan di puncak-puncak ketinggian pohon rimba Cagar Budaya Nusa Gede (Cagar Alam Koorders). Juga ada hamparan bunga teratai yang cantik menawan.
Iwan “Ciwong” Wahyudi bersama isterinya Magdalena, memperkenalkan destinasi main kayak di Situ Panjalu ini sejak bulan Oktober lalu.
Setelah malang melintang 17 tahun jadi pelaku usaha pariwisata di Bali, pada masa pandemi ini alumnus Bahasa Jerman Unpad tersebut memilih pulang ke kampung isterinya di Panjalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/serasa-di-hutan-amazon-main-kayak-di-situ-panjalu-kabupaten-ciamis-b.jpg)