Breaking News:

Persoalan Sampah Jadi Hal Krusial, Pemkab Sumedang Akan Gunakan Teknologi Incenerator

Pengelolaan sampah dengan menggunakan teknologi incenerator itu sudah direncanakan dan biayanya akan segera dianggarkan.

Istimewa
Petugas sedang membongkar sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Cibeureum di Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten Sumedang bakal menerapkan teknologi incenerator di setiap desa dan kecamatan untuk menangani masalah pengelolaan sampah.

Wakil Bupati Sumedang, Erwan Setiawan, mengatakan, pengelolaan sampah dengan menggunakan teknologi incenerator itu sudah direncanakan dan biayanya akan segera dianggarkan.

"Minimal di anggaran perubahan 2021 atau di murni 2022, sehingga bisa memiliki incenerator untuk 27 TPS 3 R (Reduce, Recycle, Reuse) di Kabupaten Sumedang," ujarnya di Ruang Rapat Wakil Bupati Sumedang, Jumat (6/3/2021).

Menurut Erwan, pembuatan incenerator harus memiliki sertifikasi sesuai standar baku mutu udara dari Kementerian Lingkungan Hidup dan sebelum digunakan harus ada sosialisasi dahulu di desa-desa.

"Kita coba tawarkan dan nanti akan dijadwalkan untuk sosialisasi ke desa-desa," kata Erwan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, DLHK Kabupaten Sumedang Yosep Suhayat mengatakan, persoalan residu sampah di Sumedang masih menjadi hal krusial di masyarakat.

"Karena selama ini semua sampah masih berakhir di TPA yang tentunya menimbulkan masalah baru," ucapnya.

Baca juga: AHY Tak Tinggal Diam Soal KLB Demokrat, Ia Sempat Temui Pendiri Partainya, Bahas Hal Penting Ini

Menurutnya, dengan adanya teknologi incenerator, diharapkan bisa menjadi solusi dalam pengelolaan sampah berbasis zero waste atau tidak menyisakan residu sampah bagi lingkungan.

"Jadi sampah yang dibuang ke TPA sudah dipilah oleh masyarakat. Untuk pengadaan incenerator harus sesuai ketentuan dan melalui E-Katalog," kata Yosep.

Ia mengatakan, rencana tersebut diharapkan bisa terealisasi sehingga apa yang diharapkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Sumedang yakni Sumedang Kota Buludru bisa menjadi kenyataan.

Kotori Jalanan dan Rusak Lingkungan, Galian Tanah Ilegal di Majalengka Resahkan Warga

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved