Breaking News:

Berulang Kali Langgar PSBB, Dua Tempat Usaha di Bandung Wetan Kota Bandung Izinnya Bakal Dicabut

Dua tempat usaha di wilayah Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung terancam dicabut izin operasionalnya. 

tribunjabar/nazmi abdurrahman
Camat Bandung Wetan, Sony Bakhtyar . Berulang Kali Langgar PSBB, Dua Tempat Usaha di Bandung Wetan Kota Bandung Izinnya Bakal Dicabut 

Perwal baru diklaim efektif turunkan pelanggaran

Camat Bandung Wetan, Sony Bakhtyar mengklaim belum ada satupun tempat usaha di wilayahnya yang kedapatan melanggar protokol kesehatan sejak diterapkan Peraturan Wali Kota (Perwal) terbaru nomor 6 tahun 2021. 

Dalam Perwal baru itu, sanksi bagi tempat usaha yang melanggar diperberat dari penyegelan selama tiga hari menjadi 14 hari.

Aturan itu tertuang dalam pasal 41 tentang sanksi, ayat 4b ditambahkan bahwa badan usaha yang melanggar Perwal baik itu jam opersional ataupun kapasitas bakal dikenakan sanksi penyegelan tempat usaha selama 14 hari, serta denda Rp. 500 ribu. 

"Belum ada satupun (tempat usaha) yang kena sanksi setelah ada perwal baru ini," ujar Sony.

Menurut Sony, sejak dikeluarkan Perwal nomor 6, angka pelanggaran jam operasional dan kapasitas di wilayahnya relatif menurun. Hal itu dapat diukur dari pelanggaran yang terjadi. 

"Tapi setelah ada Perwal baru sampai saat ini belum ada pelanggaran, bisa dikatakan menurun karena bisa kita rasakan dalam beberapa minggu ini belum ada lagi tempat yang kita segel karena mereka sudah mulai tertib," katanya. 

Baca juga: Ayus Sabyan Lagi-lagi Tak Hadir di Sidang Perceraian dengan Ririe Fairuz, Masih di Tahap Mediasi

Di wilayah Bandung Wetan, kata dia, ada banyak jenis tempat usaha dan hiburan. Pihaknya pun mengaku aktif melakukan monitoring, pengawasan dan pengendalian setiap harinya. 

"Setiap hari kita lakukan dari pagi, siang dan malam. Sehari itu tiga shif, malam biasanya dari jam 19.00 WIB sampai 24.00 WIB," ucapnya. 

Dalam monitoring tersebut, kata dia, ada sekitar 15 petugas gabungan dari Kecamatan, Satpol PP, Polsek dan Koramil. 

"Biasanya dibagi dua tim, satu timnya 15 anggota gabungan bersama Satpol PP, Polsek dan Koramil, karena bisa sampai melakukan penindakan," katanya. 

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved