Breaking News:

Desain Rinci BRT Bandung Raya Akan Rampung September 2021

Jika melihat dari sistem pendanaannya, pembangunan BRT Bandung Raya seminimal mungkin menggunakan dana APBD.

Tribun Jabar/ Muhamad Syarif Abdussalam
Penandatanganan Kesepakatan Bersama Pengembangan Angkutan Massal Berbasis Jalan atau Bus Rapid Transit di Kawasan Cekungan Bandung di Kota Bandung, Selasa (2/3). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja, mengatakan, Detail Engineering Design (DED) dari Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya segera dibuat. Hal ini sebagai tindak lanjut Feasibility Study (FS) atau Studi Kelayakan BRT Bandung Raya yang telah rampung di awal 2021.

"Dari penandatangaan bersama kesepahaman ini akan lanjut melalui Detail Engineering Design. Jadi desain secara rinci akan dilakukan, ini pun sama disupport oleh teman-teman GIZ (Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH), dan diharapkan akan selesai di bulan September 2021," kata Setiawan seusai Penandatanganan Kesepakatan Bersama Pengembangan Angkutan Massal Berbasis Jalan atau Bus Rapid Transit di Kawasan Cekungan Bandung di Kota Bandung, Selasa (2/3/2021).

Setelah DED rampung, barulah mulai pembangunan infrastruktur dan penunjang lainnya. Jika melihat dari sistem pendanaannya, pembangunan BRT Bandung Raya seminimal mungkin menggunakan dana APBD.

"Jadi nyaris barangkali tidak ada dari APBD. Karena ini nanti akan di-support dari Kementerian Perhubungan melalui dana World Bank. Kurang lebih investasi untuk di infrastruktur sekitar Rp 1,1 triliun, dan selebihnya adalah untuk armada bisnya," katanya.

Anggaran pembangunan infrastruktur akan ditangani oleh Kementerian Perhubungan, kemudian untuk bisnya oleh pemerintah daerah.

Pemerintah daerah pun harus kreatif di dalam mencari sumber pendanaan untuk pengadaan dari bus tersebut, di antaranya drngan melibatkan BUMD.

"Kemudian mungkin juga mungkin KPBU (Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha). Jadi kerja sama pemerintah dan badan-badan dengan badan usaha lainnya seperti itu. Kombinasi-kombinasi seperti ini tentu saja akan kembali lagi menjadi model Kementerian Perhubungan di dalam pengelolaan sistem transportasi di sebuah wilayah," katanya.

"Mungkin salah satu kewajiban dari pemerintah daerah lima kabupaten kota menyiapkan shelter yang tadi, bahwa nanti akan ada beberapa shelter tepatnya dan lain sebagainya kan nanti ada DED, yang ada desain rinci di mana saja saja titik-titik shelter ini berada," katanya.

Baca juga: Yoyoh Sopiah Ruhimat Jenguk Anak Korban Pelecehan di Subang, Beri Semangat Songsong Masa Depan

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah di lima daerah di Bandung Raya sepakat mengembangkan angkutan massal berbasis jalan atau Bus Rapid Transit (BRT).

Halaman
123
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved