Breaking News:

Ini Dua Opsi Hunian Sementara untuk Warga Terdampak Longsor Cimanggung

Dua opsi hunian sementara untuk warga yang terdampak longsor di Dusun Bojongkondang Kabupaten Sumedang saat ini sudah disiapkan.

Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Warga Bojongkondang yang rumahnya dirobohkan saat mendapat penghargaan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar.id, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Dua opsi hunian sementara untuk warga yang terdampak longsor di Dusun Bojongkondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang saat ini sudah disiapkan.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, Iwan Hermawan mengatakan, dua opsi hunian sementara itu yakni Rumah Susun (Rusun) yang berada di Rancaekek hasil kerja sama dengan Dinas Perkim Provinsi Jawa Barat, dan Dana Tunggu Hunian (DTH).

"DTH ini merupakan dana yang kita berikan kepada mereka untuk mencari secara mandiri hunian sementaranya. Kami berikan dana sebesar 500 ribu per KK setiap bulan," ujarnya saat ditemui di IPP Kabupaten Sumedang, Senin (1/3/2021).

Selain itu, pihaknya juga menjamin kebutuhan dasar bagi warga terdampak itu karena sudah tanggung jawab pemerintah.

Ia mengatakan, untuk distribusi logistik itu dilakukan dengan skala waktu yakni satu minggu sekali untuk kebutuhan dasar.

"Kebutuhan dasar kesehatan juga menjadi tanggung jawab pemerintah. Jika ada warga yang sakit dan perlu pengobatan, mereka tinggal menghubungi koordinatornya, baik itu BPBD maupun unsur kecamatan. Nanti akan ada petugas kesehatan yang datang," kata Iwan.

Sementara terkait dengan penetapan status Transisi Darurat Pemulihan, Iwan memastikan, saat ini sudah tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di tempat pengungsian.

Baca juga: Viral Aksi Kawanan Copet di Alun-alun Bandung, Wakil Wali Kota Bandung; Modusnya Berbagai Macam

"Jadi kita pastikan status warga terdampak yang awalnya pengungsi naik statusnya. Minimal kalau pun belum mempunyai hunian tetap, mereka akan ada di hunian sementara," ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga memastikan selama status transisi ini tidak ada lagi warga terdampak yang masih menempati zona merah.

"Sebelum hunian tetapnya ada, kita pastikan mereka ada di hunian sementara yang dipastikan aman dan layak," kata Iwan.

Menurutnya, hal inilah yang kemudian menjadi bagian transisi pemulihan, sebelum nantinya mereka memperoloeh hunian tetap yang hingga saat ini lokasinya masih dalam tahap kajian.

Baca juga: Wisatawan Mancanegara yang Datang Ke Jabar Hanya Kru Kapal, Tingkat Hunian Kamar Hotel Turun

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved