Breaking News:

Jadi Salah Satu Solusi, Hamparan Eceng Gondok di Cirata akan Dijadikan Pupuk

Irwan mengatakan, selain mengurangi eceng gondok di perairan, manfaat lain bisa diambil warga dengan dibuat menjadi pupuk.

Istimewa
Mesin pencacah eceng gondok coba dihadirkan oleh Kelompok Petani Kolam Jaring Apung 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Anggota DPR RI Dapil 3 Jawa Barat Ir Irwan A Hasman, akan menggandeng para peneliti dan ahli dari Institut Pertanian Bogor untuk mencari solusi terkait permasalahan eceng gondok di Genangan Cirata.

Irwan mengatakan, wacana yang berkembang adalah bagaimana eceng gondok itu dimanfaatkan menjadi pupuk.

"Pembicaraan ke arah sana sudah ada, banyak petani jaring apung dari kawasan Mande menyampaikan keluhan banyaknya eceng gondok yang yang cukup mengganggu kolam jaring apung," ujar Irwan di kantor Desa Ciherang, Karangtengah, Cianjur, Jumat (26/2/2021).

Irwan mengatakan, selain mengurangi eceng gondok di perairan, manfaat lain bisa diambil warga dengan dibuat menjadi pupuk.

"Tentu akan tumbuh usaha mikro kecil menengah dengan adanya pemanfaatan ini," katanya.

Keberadaan eceng gondok juga disorot oleh pengamatan lingkungan asal Desa Sindangkerta, Kecamatan Ciranjang, Yuyun Yunardi.

Ia meminta pemerintah segera bertindak untuk menangani hamparan eceng gondok dengan menggunakan mesin pencacah.

Baca juga: Bawaslu Kabupaten Sukabumi Ucapkan Selamat Kepada Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

"Mau sampai kapan, hamparan eceng gondok di perairan di Waduk Cirata ini semakin meluas," katanya melalui sambungan telepon.

Menurutnya di musim hujan pertumbuhannya sampai 4 kali lipat.

"Sebelum musim hujan, atau pada musim kemarau. Pertumbuhan eceng gondok ini memang tak begitu pesat, akan tetapi saat musim penghujan maka perkembangbiakan eceng ini begitu pesat," ujarnya.

Yuyun mengatakan, bukan berarti eceng gondok ini harus semuanya dihabiskan di perairan Waduk Cirata ini. Namun keberadaannya harus seimbang dengan kondisi air sehingga selain tidak mengganggu perkembangan ikan di Kolam Jaring Apung (KJA) kadar air pun akan stabil.

Baca juga: Nasib Sial, Maling Ini Curi Motor di Pinggir Jalan, Diteriaki Warga, Akhirnya Dijebloskan ke Penjara

Pedagang perahu yang biasa beraktivitas di perairan waduk Cirata, Deden (35) mengatakan, jika posisi angin datang dari arah Utara maka hamparan eceng gondok tersebut sangat mengganggu.

"Kalau tidak ada eceng, yang biasanya berangkat pagi bisa pulang siang atau menjelang dzuhur. Tapi jika posisinya lagi banyak eceng pulang kerumah bisa jadi magrib atau bisa juga lebih," katanya.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved