Breaking News:

Pecah Rekor, Harga Ikan di Jangari Waduk Cirata Tembus Rp 40 Ribu/Kg, Pertama Kali Terjadi

Harga ikan menyentuh angka Rp 40 ribu dan mencatatkan rekor harga tertinggi selama berdirinya kolam jaring apung

tribunjabar/ferri amiril mukminin
Pecah Rekor, Harga Ikan di Jangari Waduk Cirata Tembus Rp 40 Ribu/Kg, Pertama Kali Terjadi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Harga ikan menyentuh angka Rp 40 ribu dan mencatatkan rekor harga tertinggi selama berdirinya kolam jaring apung Cirata di kawasan Jangari, Mande, Cianjur.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Kelompok Petani Kolam Jaring Apung Cirata, H Edi, yang menyebut selama ia menjadi petani ikan, harga saat ini mencatatkan sejarah bagi para petani ikan.

"Sejak awal Februari sampai hari ini harga ikan bertahan tinggi, faktornya karena stok ikan di wilayah Bandung Barat, Purwakarta, dan Cianjur lagi kosong dan kurang, hari ini harga ikan dari petani Rp 38 ribu dijual ke pedagang 40 ribu," ujar Edi ditemui di kawasan Jangari, Kamis (25/2/2021).

Edi mengatakan, kendati harga ikan naik namun dalam sisi pemasarannya agak sulit karena warga masih memilih daging ayam sebagai protein yang mudah didapat.

Baca juga: Stadion GBLA Siap Dipakai Piala Menpora 2021, Biaya Perawatan Mahal, Pengelolaan Bakal Dilelang

"Sebelumnya harga ikan Rp 25 ribu, lalu cuaca tambah buruk yang pada akhirnya mempengaruhi stok ikan," kata Edi.

Edi mengatakan, cuaca buruk mempengaruhi napsu makan ikan sehingga mengurangi bobot saat dipanen.

Edi mengatakan, senada dengan naiknya harga ikan, maka harga pakan dan bibit juga saat ini mengalami kenaikan.

"Apalagi kawasan pembibitan ikan di Subang terkena banjir, sebesar 70 persen area kebanjiran, maka harga bibit akan naik dan mahal," katanya.

Seorang agen pakan di wilayah Jangari, Agus Suhendar, membenarkan jika harga pakan mengalami kenaikan sejak awal tahun.

Baca juga: Kronologi Oknum Polisi Mabuk Tembak Mati Anggota TNI dan 2 Warga di Cengkareng, Berawal di Kasir

"Berbagai jenis dan merek pakan mengalami kenaikan sekitar Rp 250, hal tersebut sudah terjadi sejak awal tahun," katanya.

Fenomena kurangnya stok ikan karena cuaca buruk diakui oleh seorang petani ikan Jeni Miftah yang mempunyai kolam di Babakan Garut Cilincing.

"Cuaca mempengaruhi nafsu makan, karena banyak ikan terkena virus, kami sedang ikhtiar dengan menambahkan obat dan nutrisi di pakan ikan," kata Miftah.

Ia mengabarkan bahwa kawasan Jangari dan sekitarnya sering diguyur hujan sejak pagi hingga sore hari, bahkan hujan juga sering turun pada malam hari.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved