Breaking News:

Dipenjara Gara-gara Pakai Uang dari Bank yang Salah Transfer, Dikembalikan Tapi Ditolak

Ardi menjadi terdakwa dan mendekam di balik jeruji besi setelah memakai uang yang masuk rekeningnya yang ternyata dari bank salah transfer.

Editor: Giri
Kuasa hukum Ardi Pratama saat membacakan eksepsi beberapa waktu lalu saat sidang di PN Surabaya. (DOK. R.Hendrix Kurniawan) 

TRIBUNJABAR.ID, SURABAYA - Ardi menjadi terdakwa dan mendekam di balik jeruji besi setelah memakai uang yang masuk rekeningnya yang ternyata dari bank salah transfer.

Kuasa hukum Ardi Pratama sang makelar mobil,  R Hendrix Kurniawan, melihat ada kejanggalan kasus yang menjerat kliennya.

Hendrix Kurniawan menceritakan awal mula kasus yang menimpa kliennya itu terjadi 17 Maret 2020.

Mulanya, pihak Bank BCA melakukan setoran kliring yang nyasar ke rekening kliennya.

Pengiriman uang itu dilakukan oleh back office BCA berinisial NK.

Hendrix menuturkan, NK mengaku salah input nomor rekening yang berbeda dua digit di belakanganya. 

"Itu bukan alasan sih, mau beda di manapun kalau namanya beda, ya tetap keluarnya beda," ucap Hendrix, saat dihubungi via telepon selulernya, Rabu (24/2/2021).

Hendrix menuturkan, transfer kliring dari BI sebanyak Rp 51 juta masuk ke rekening Ardi.

Baca juga: SBY Tegaskan Partai Demokrat Not for Sale, Anggap Usaha Pengambilalihan Halilintar di Siang Bolong

Baca juga: Kasus Memandikan Jenazah Bukan Muhrim, Kejari Keluarkan SKP2 untuk 4 Petugas Tim Forensik

Sontak Ardi mengira uang sebesar itu adalah komisi dari penjualan mobil yang dilakukan.

"Dia makelar mobil, karena pas dicek itu tidak ada identitas pengirimnya hanya kliring BI, akhirnya dipakailah uang itu untuk keperluannya seperti belanja dan bayar utang," papar dia.

Halaman
1234
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved