Breaking News:

SBY: Usir Orang-orang yang Masih Gentayangan Ingin Ambil Alih Partai Demokrat

SBY juga meminta agar kader dan mantan kader Partai Demokrat itu segera berhenti merusak partai.

Kolase TribunJabar.id (Instagram Agus Harimurti Yudhoyono dan Kompas.com)
SBY meminta seluruh jajaran Demokrat untuk mengusir kader-kader yang masih mendukung atau berpartisipasi dalam upaya mengambil alih kepemimpinan partai. 

TRIBUNJABAR.ID - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan kepada seluruh jajaran Demokrat untuk mengusir kader-kader yang masih mendukung atau berpartisipasi dalam upaya mengambil alih kepemimpinan partai.

"Kalau segelintir kader atau mantan kader itu masih bergentayangan, mencari mangsa ke kanan dan ke kiri, katanya ada juga yang bertindak sebagi 'EO', hadapi dengan sikap yang tegas. Usir orang-orang itu," kata SBY dalam dalam video news release yang diterima Kompas.com, Rabu (24/2/2021).

SBY juga meminta agar kader dan mantan kader Demokrat itu segera berhenti merusak partai.

Baca juga: Kata Mendikbud, Belajar Tatap Muka Bisa Dimulai Juli 2021, Begini Alasannya

Baca juga: Inspirasi Bisnis, Berawal Cuma Satu Pesanan, Kini Pria Asal Pangandaran Bisa Raup Puluhan Juta

Kendati demikian, SBY tetap mengingatkan agar para kader tidak melakukan tindakan dengan unsur kekerasan atau main hakim sendiri dalam menghadapi gerakan tersebut.

"Banyak cara untuk mempertahankan kedaulatan partai, tanpa melawan hukum yang berlaku. Dalam melawan kemungkaran, janganlah digunakan cara-cara yang sama mungkarnya," jelasnya.

Meskipun, diakui SBY, seringkali tak mudah untuk mendapatkan keadilan, SBY mengingatkan agar Demokrat tetap menjadi pihak yang menghormati konstitusi.

Presiden ke-6 RI itu bercerita pengalamannya pada 2017, saat putranya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengikuti kontestasi Pilkada DKI Jakarta.

Kala itu, ia merasa sebagai warga negara yang tidak mendapatkan keadilan dalam menyuarakan haknya.

"Sebagai warga negara, bukan sebagai mantan presiden, saya juga kerap menghadapi isu keadilan ini. Dulu, di tahun 2017, ketika tengah digelar Pilkada Jakarta, dan AHY menjadi salah satu calon gubernur, rumah saya di Kuningan digeruduk oleh ratusan massa," cerita dia.

"Sebenarnya banyak yang tahu, siapa penggerak dari aksi penggerudukan itu, namun, hingga kini, keadilan tidak pernah datang," sambungnya.

Halaman
12
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved