Breaking News:

Kisah Pengrajin Langseng, Jualan Sampai Ke Keluar Kota, Tak Pulang Sampai Barang Habis

Pengrajin langseng bersaing dengan rice cooker namun tetap bertahan demi hidupi keluargan hingga ada yang jualan keluar kota

Pengrajin langseng bersaing dengan rice cooker namun tetap bertahan demi hidupi keluargan hingga ada yang jualan keluar kota hingga luar pulau dan tak akan pulang sampai barang habis. 

"Kan kalau yang kerja harus tetap dibayar, walau belum keluar juga barang," ucapnya.

Seorang pekerja kata Kardi, jika buat langseng yang kecil bisa 20 langseng sehari, tinggal dikali berapa yang kerja. 

"Sebab kan di sini peralatannya masih manual, gak kaya orang mesinnya tinggal pencet," kata dia.

Memang di tempatnya membuat langseng tak terlihat ada mesin elektrik, ada pun untuk melekukan bahan langseng, menggunakan mesin manual dengan cara diputar.

"Kalau sekarang, kalau lagi rajin, ya bisa 20 langseng perhari, tapi karena kondisinya gini, kadang sehari saya bikin 10 atau 15 langseng," kata Kardi.

Kardi mengaku, dengan adanya Covid 19, selain itu bahan baku langseng juga menjadi mahal. Menurutnya bahan yang digunakan (bahan seperti ) anti karat.

Baca juga: Tingkatkan Pengawasan Keselamatan Kerja, PLN UIP JBT I Gelar Kegiatan K3

"Dulu (anti karat) hanya Rp 18 ribu per kilogramnya  sekarang menjadi Rp 21 ribu," ujar dia.

Dalam satu kilo bahan, kata Kardi, paling jadi dua langseng untuk yang keci dan menjadi satu langseng untuk ukuran yang besar.

"Harga langseng kecil Rp 18 ribu, untuk yang besar Rp 85 ribu," katanya.

Menurutnya hal tersebut karena membuat langseng besar lebih sulit, dan jarang pembelinya, sedangkan yang kecil lebih mudah dan banyak pembelinya.

Halaman
1234
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved