Rabu, 13 Mei 2026

147 Rumah di Purwakarta Hancur, Para Korban akan Dibangunkan Rumah Panggung Khas Sunda

Sebanyak 147 rumah di Kampung Cirangkong , Desa Pesanggrahan, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta

Tayang:
Penulis: Ichsan | Editor: Ichsan
istimewa
Dedi Mulyadi dengan seorang ibu yang rumahnya hancur. Sebanyak 147 Rumah di Purwakarta Hancur, Para Korban akan Dibangunkan Rumah Panggung Khas Sunda 

TRIBUNJABAR.ID - Sebanyak 147 rumah di Kampung Cirangkong , Desa Pesanggrahan, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, rata dengan tanah. Bencana itu terjadi akibat hujan terus menerus selama sepekan terakhir.

Terkait hal ini, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mengatakan bencana itu terjadi karena batu di bawah lereng itu diambil dan diangkat yang mengakibatkan tidak ada penahan sehingga tanah bergeser.

"Jadi itu bukan longsor, tetapi pergeseran tanah. Itu menurut pandangan saya, belum menganalisis ya. Kalau longsor dari atas turun tanah. Ini menurut saya karena batu geser, tanah ikut geser," kata Dedi Mulyadi melalui ponselnya, Rabu (24/2/2021).

Dedi mengatakan, sejak lama saat menjadi bupati Purwakarta, ia sudah mewanti-wanti untuk tidak memindahkan batu yang berada di lereng.

Namun, penambang liar selalu membandel dan mengambil batu-batu di areal permukiman. Padahal kegiatan itu berbahaya.

Baca juga: Raden Tri Bocah Subang, Meninggal Dunia Kecanduan Main Game Online Hape, Tangan Tak Bisa Digerakkan 

147 Rumah di Purwakarta Hancur, Para Korban akan Dibangunkan Rumah Panggung Khas Sunda b
147 Rumah di Purwakarta Hancur, Para Korban akan Dibangunkan Rumah Panggung Khas Sunda b (istimewa)

Rumah Panggung Khas Sunda

Dedi mengatakan pihaknya akan membangun rumah panggung khas Sunda untuk para korban rumah tergusur longsor.

"Nanti 147 rumah akan dibuat dalam sebuah kampung, sebagai bentuk peringatan. Rumahnya panggung didesain dalam arsitektur Sunda," kata Dedi.

Saat ini, dia sedang berkordinasi dengan Perum Perhutani ihwal rencana pembangunan rumah khas Sunda ini. Pihaknya berencana meminjam pakai tanah Perhutani.

"Saya koordinasi dengan Dirut Perhutani, mau pinjam pakai tanah. Tanah 2,1 hektare siap digunakan," kata Dedi.

Rencananya, pembangunan rumah ini dimulai setelah memasuki musim kemarau. Saat ini, menurut Dedi, pembangunan rumah belum bisa dilakukan karena masih musim hujan.

"Membangun harus saat kemarau. Pertengahan Maret sudah bisa dibangun, kemungkinan sudah masuk musim kemarau," katanya.

Membangun permukiman dengan rumah khas Sunda bukan hal baru bagi Dedi. Dulu saat masih menjabat sebagai Bupati Purwakarta, dia pernah membuat rumah khas Sunda di Kecamatan Sukatani.

"Rumah beratapkan ijuk, relatif bertahan hingga hari ini," ujarnya.

Baca juga: Sinopsis Ikatan Cinta Rabu Malam Ini, Ketakutan Aldebaran, Ternyata Karena Hasil Tes DNA Reyna

147 Rumah di Purwakarta Hancur, Para Korban akan Dibangunkan Rumah Panggung Khas Sunda c
147 Rumah di Purwakarta Hancur, Para Korban akan Dibangunkan Rumah Panggung Khas Sunda c (istimewa)

Menurut Dedi, ada pelajaran yang dapat diambil dari bencana tanah bergeser ini. Pertama, kata dia, hindari eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan, dan tidak ramah lingkungan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved