Breaking News:

Nasdem Jabar Justru Sarankan Ridwan Kamil Tidak Jadi Ketua Partai, Supaya Leluasa Kampanye Pilpres

Secara hitung-hitungan politis, Ridwan Kamil butuh kendaraan politik untuk menyiapkan momentum Pilpres 2024

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar
Ridwan Kamil saat melantik pejabat Pemprov Jabar secara virtual, Jumat (19/2/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua DPW Partai Nasdem Jabar Saab Mustofa menerangkan, pihaknya tidak pernah menawari Ridwan Kamil, Gubernur Jabar, agar jadi kader atau jadi pimpinan Partai Nasdem.

"Kalau kami sejak awal justru tidak meminta Kang Emil (sapaan Ridwan Kamil) jadi kader Nasdem, malah saya juga sarankan beliau supaya tidak jadi kader partai manapun," ucap Saab saat dihubungi via ponselnya pada Selasa (23/2/2021).

Baginya, Ridwan Kamil merupakan seorang teknokrat dengan gaya kepemimpinan khas teknokrat. Ridwan Kamil merupakan lulusan institut Teknologi Bandung (ITB) dan sempat berprofesi sebagai arsitek.

"Beliau ini teknokrat, biarlah tetap jadi teknokrat. Kalau jadi pengurus atau kader partai, dia bakal terbebani," ucapnya.

Sampai saat ini, Nasdem Jabar masih dalam posisi tidak ingin Ridwan Kamil jadi kader partai. Pemimpin dari kalangan teknokrat yang pernah ada salah satunya Boediono, mantan wakil presiden. Dia dikenal sebagai ekonom.

"Sampai sekarang masih dalam posisi seperti itu, menyarankan tidak jadi kader partai manapun, biar Kang Emil jadi milik semua partai," ucapnya.

Baca juga: Tragis, Usai Pesta Miras Oplosan, Dua Pemuda Tewas, Minuman Dicampur Sirop dan Obat Batuk

Secara hitung-hitungan politis, Ridwan Kamil butuh kendaraan politik untuk menyiapkan momentum Pilpres 2024 atau Pilkada Gubernur Jabar 2024. Di sisi lain, masa jabatannya berakhir pada 2023.

Artinya, ada selang waktu satu tahun bagi Ridwan Kamil tanpa memiliki jabatan publik atau jabatan politik di partai. Dengan kondisi itu, Ridwan Kamil bakal kesulitan untuk setidaknya tampil genit untuk 2024.

Namun, hitungan politik itu justru dibantah oleh Saan. Baginya, satu tahun pascalengser dari jabatan gubernur, justru jadi momentum pas bagi Emil untuk mempersiapkan diri di Pilpres atau Pilgub Jabar 2024.

"Justru dengan tanpa posisi itu bagus buat kang Emil. Dia bisa keliling Indonesia, blusukan untuk mempersiapkan diri di Pilpres. Kalau misalkan jadi ketua partai di Jabar, dia bakal kesulitan keliling Indonesia, dalam kapasitasnya sebagai apa," ucap Saab.

Baca juga: Meski Kasus Covid-19 Menurun, Daerah Ini Pilih Perpanjang Pemberlakukan PPKM Selama Dua Pekan

Seperti diketahui, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Ujang Komarudin mengungkapkan Emil sedang penetrasi untuk jadi ketua DPD Golkar Jabar.

Kemarin, Emil membantah tudingan itu. Meskipun, ia mengakui ada sejumlah partai yang menawarkan jabatan pengurus partai. Namun, Emil mengaku masih fokus untuk membenahi Jabar.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved