Breaking News:

Desa Miliader, Warga Ramai-Ramai Beli Mobil dan Motor, Bupati Kuningan: Jangan Berlebihan

Desa miliader sebutan untuk daerah terdampak pembangunan waduk di Kuningan kini warganya ramai-ramai ada yang beli mobil dan motor

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Siti Fatimah
TribunJabar.id/Ahmad Ripai
Desa miliader sebutan untuk daerah terdampak pembangunan waduk di Kuningan kini warganya ramai-ramai ada yang beli mobil dan motor 

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN - Bupati Kuningan H Acep Purnama menganggap wajar adanya tindakan yang dilakukan warga Miliarder di Kuningan, seperti terjadi di Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum, Kuningan.

"Ada warga yang memborong kendaraan roda dua dan empat paska mendapat uang ganti untung dari gusuran lahan yang terdampak pembangunan Bendungan Kuningan.

Baca juga: Dapat Ganti Rugi Pembangunan Waduk Kuningan, Warga Ramai-ramai Sembelih Sapi dan Kambing

Baca juga: Nasdem Jabar Sudah Minta Ridwan Kamil Ikut Konvensi Capres Partai Nasdem, Akan Diusung untuk 2024?

Selama ini kami melihat dalam tahap kewajaran dan mungkin biasa terjadi di suatu warga jika sama demikian," ungkap Bupati Acep disela kegiatan di Kantor Badan Pertanahan Kuningan, Jalan RE Martadinata - Kuningan, Selasa (23/2/2021).

Warga Desa Kawungsari, Cibeureum, Cahyono (baju putih) yang membeli motor baru. Warga desa ini mendadak jadi miliarder karena terdampak pembangunan Waduk Kuningan.
Warga Desa Kawungsari, Cibeureum, Cahyono (baju putih) yang membeli motor baru. Warga desa ini mendadak jadi miliarder karena terdampak pembangunan Waduk Kuningan. (Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai)

Warga miliarder, kata orang nomor satu di Kuningan ini menyebut itu sama memiliki hak dalam menggunakan atau membelanjakan uang sebagai kekayaan mereka.

Baca juga: Kini Warga Jadi Miliarder dan Borong Motor, Juli 2021 Desa Kawungsari Kuningan Hilang Terendam Waduk

Baca juga: Warga Meninggalkan Rumah Akibat Longsornya Tanggul Sungai Cipunegara Indramayu, Bingung Mau Kemana

Kemudian, sebelumnya juga telah di ingatkan untuk tidak terpaku dalam membelanjakan lebih konsumtif.

"Saya rasa itu mah hak mereka, ya. Tapi saya sebagai Kepala Daerah, dan juga orangtua bagi mereka, mengingatkan untuk tidak berlebihan dalam menggunakan dana-dana dari pembayaran akibat adanya relokasi itu," ungkapnya.

Kalau sekarang banyak yang membeli motor dan mobil, tentu itu bagian keinginan mereka dalam menambah aset sebagai kelengkapan hidup.

Baca juga: Terdampak Pembangunan Waduk, Uang Ganti Rugi Dibeli Sawah Oleh Warga, Ada yang Kompak Beli Kendaraan

Baca juga: Dugaan Korupsi Rp 1,9 Miliar di Revitalisasi Pasar Leles, Tiga Orang Ditetapkan Tersangka

"Saya kira itu wajar-wajar saja. Sebab yangbkemarin tidak terbayangkan bisa membeli motor, sekarang bisa, dengan uang sekira Rp 15 juta dari uang sebanyak itu, untuk kebutuhan kegiatan transportasi, " kata Acep.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved