Breaking News:

BPJAMSOSTEK Ungkap Hal Yang Perlu Istri Ketahui, Saat Suami Meninggal Dunia

peserta BPJAMSOSTEK yang telah meninggal dunia mewariskan manfaat Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM) hingga Jaminan Pensiun (JP)

Istimewa
Kepala BPJAMSOSTEK Bandung Suci, Tidar Yanto Haroen 

TRIBUNJABAR.ID, Bandung – Duka mendalam pasti dirasakan seorang istri saat suami meninggal dunia. Perasaan sedih, bingung, pasti dirasakan, apalagi jika selama ini suami adalah tulang punggung keluarga.

Bangkit dari rasa duka bukanlah perkara mudah. Namun ada beberapa yang perlu seorang istri ketahui, saat suami meninggal dunia, khususnya jika almarhum yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga adalah seorang pekerja.

Hal yang perlu istri ketahui, apakah sang suami adalah pekerja yang dapat BPJS Ketenagakerjaan dari perusahaannya ? Apakah gaji suami selama ini dipotong BPJS Ketenagakerjaan ? Jika iya, maka berikut hal-hal yang perlu sang istri ketahui.

Kepala BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Bandung Suci, Tidar Yanto Haroen mengungkapkan apabila almarhum suami merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan atau yang sekarang lebih dikenal BPJAMSOSTEK, maka sebenarnya almarhum telah menyiapkan tabungan untuk istri serta anak-anaknya yang ditinggalkan.

Tidar mengatakan peserta BPJAMSOSTEK yang telah meninggal dunia mewariskan manfaat Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM) hingga Jaminan Pensiun (JP) kepada istri serta anak-anak yang ditinggalkan.

Tidar menjelaskan bahwa hak yang didapatkan oleh sang istri adalah Jaminan Hari Tua berupa uang tunai yang besarnya merupakan nilai akumulasi iuran ditambah hasil pengembangannya. Jaminan Kematian berupa uang tunai yang sebesar Rp42 juta. Hingga manfaat Jaminan Pensiun suami baik lumpsum maupun berkala setiap bulan layaknya PNS bagi sang istri.

Andapun sebagai istri jangan khawatir dengan pendidikan anak-anak, maksimal untuk 2 (dua) orang anak almarhum yang masih kecil diberikan beasiswa hingga masuk universitas oleh BPJAMSOSTEK dengan catatan sang almarhum telah memiliki masa iur kepesertaan paling singkat 3 (tiga) tahun.

“BPJAMSOSTEK memberikan perlindungan bukan hanya uang santunan, tapi termasuk memastikan perlindungan jaminan pendidikan bagi anak-anak tenaga kerja yang meninggal dunia. Kami tidak ingin mereka sampai putus sekolah dikarenakan orang tua yang meninggal dunia”, ujar Tidar.

Sang istri dapat mencairkan Jaminan Hari Tua, Jaminan Kematian dan Jaminan Pensiun almarhum dengan menyiapkan dokumen sebagai berikut ; kartu BPJAMSOSTEK asli, KTP tenaga kerja dan ahli waris, kartu keluarga, akte kematian, surat nikah, surat keterangan ahli waris dari Kecamatan, surat keterangan berhenti bekerja / vaklaring / surat referensi kerja dari perusahaan dan buku tabungan atas nama ahli waris.

Jika sang suami telah terdaftar sebagai peserta BPJAMSOSTEK minimal 3 (tiga) tahun, maka anak almarhum berhak mendapatkan beasiswa BPJAMSOSTEK mulai SD hingga kuliah dengan melengkapi akte kelahiran anak, surat masi aktif sekolah dari sekolah dan kartu pelajar.

“Jika semua persyatan tersebut telah disiapkan, maka sang istri cukup dapat datang ke kantor kami, lapor ke satpam bahwa mau mencairkan klaim JHT, JKM, dan JP suami meninggal, maka pihak kami akan dengan senang hati membantu anda,” tutup Tidar.

Editor: bisnistribunjabar
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved