Bandara Kertajati Kembali Menggeliat, Dibuka dengan Penerbangan Kargo
Pemerintah Provinsi Jawa Barat sepakat bersama PT Garuda Indonesia untuk membuka pelayanan penerbangan angkutan kargo di BIJB.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Hermawan Aksan
Sebagai catatan, Gubernur juga meminta jajaran BIJB untuk mengembangkan bisnisnya tidak terpaku menunggu kehadiran Tol Cisumdawu.
Kerja sama dengan Garuda Indonesia ini bukti bahwa BIJB dapat maju tanpa tergantung infrastruktur.
Ridwan Kamil mengategorikan bisnis logistik yang memang sudah berjalan ini sebagai pengembangan BIJB tahap pertama.
Nanti setelah Tol Cisumdawu jadi, bisnis penumpang dapat dilakukan dan itu menjadi pengembangan tahap kedua.
“Untuk tahap kedua setelah pergerakan semuanya bisa dilonggarkan seiring dengan suksesnya vaksinasi dan berakhirnya pandemi, maka untuk pergerakan penumpang bisa ditingkatkan,” katanya.
Direktur Utama PT Garuda Indonesia Irfan Setiaputra berkomitmen untuk menerbangkan kargo satu kali dalam sepekan.
“Kami berharap Jabar atau Kertajati ini menjadi salah satu sumber perjalanan kargo terbesar setelah Jakarta,” ujarnya.
Apalagi, menurut Irfan, pesawat yang akan digunakan pun sangat besar dengan kapasitas angkut 7 ton.
Kapasitas besar ini dapat mendorong pemulihan ekonomi melalui optimalisasi penerbangan kargo.
Baca juga: Pak Uu Sebut Pembuangan Sampah ke Sungai hingga Penambangan Ilegal Menjadi Penyebab Banjir di Jabar
Baca juga: Pertama Kali Tinggal di Rumah Sendiri? Berikut 5 Jasa yang Diperlukan setelah Berumah Tangga
“Dengan kapasitas pesawat yang sangat besar kita bisa membawa komoditas yang lebih besar lagi."
"Sebagai contoh kami menerbangkan dari Manado ke Narita, Jepang, itu 20 ton isinya hanya ikan tuna."
"Kemarin juga kami menerbangkan dari Padang ke Guangzhou 30 ton lebih isinya hanya manggis,” katanya.
“Tentu saja ke depannya kita akan menjalankan umrah dari sini, dan kalau berjalan semuanya kita berharap destinasi wisata di Jabar juga bisa kita bantu juga,” kata Irfan.
Dirktur Utama BIJB Salahhudin Rafi mengatakan BIJB telah memenuhi standar internasional untuk kapasitas terminal kargo.
“Kapasitas terminal kargo dari BIJB masih 5.000 ton dan runaway-nya juga 3.000 meter. Jadi penerbangan kargo tidak mengalami kendala sudah memenuhi standar internasional,” katanya.
BIJB, menurut Salahudin, menjadi penyangga Metropolitan Rebana karena ada aerocity yang akan membangun dan mengoneksikan Pelabuhan Patimban di Subang dengan Sumedang dan kawasan Ciayumajakuning.
“Dengan demikian, BIJB Kertajati menjadi penyangga logistiknya Jabar di wilayah utara,” tuturnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/garuda-indonesia-layani-penerbangan-khusus-kargo-dari-bandara-kertajati-ke-batam-1.jpg)