Universitas Islam Bandung (Unisba) Lantik 1.190 Wisudawan Secara Daring
Ditengah pandemi Covid-19 yang masih melanda, Unisba melantik 1.190 orang sarjana, magister, dan doktor secara daring melalui Zoom Meeting, Sabtu
TRIBUNJABAR.ID - Ditengah pandemi Covid-19 yang masih melanda, Unisba melantik 1.190 orang sarjana, magister, dan doktor secara daring melalui Zoom Meeting, Sabtu (20/02). Pelantikan dilakukan dua sesi, yakni Pukul 08.00 – 11.00 WIB dilantik lulusan Fakultas Syariah, Dakwah, Tarbiyah & Keguruan, Hukum, Teknik, MIPA dan Program Pascasarjana. Kemudian pukul 13.00 – 16.00 WIB dilantik lulusan Fakultas Psikologi, Ilmu Komunikasi, Teknik, dan Fakultas Ekonomi & Bisnis.
Rektor Unisba, Prof. Dr. H. Edi Setiadi, S.H., M.H., mengatakan, pelantikan kali ini tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Namun Rektor mengajak kepada wisudawan untuk tidak menyesalinya karena banyak hikmah yang sangat besar walaupun tidak disadari. “Suasana seperti ini tidaklah perlu diratapi terus menerus akan tetapi kita harus tetap besabar, berpikir dan mencari solusi,” ungkapnya.
Rektor berpesan kepada wisudawan untuk selalu menjaga nama baik Unisba dengan bekerja baik dan berkarya sepenuh hati karena kebesaran dan keberhasilan alumni akan membawa dampak positif dan menambah kebesaran Unisba. “Perlihatkanlah bahwa anda lulusan Unisba yang akan merekah didalam hati masyarakat bagaikan sekuntum mawar yang takan pernah kuncup untuk terus menebarkan aroma semerbak dalam hati sepanjang masa. Jadilah anda semua itu sebagai mutiara dan ratna mutumanikam dalam kehidupan ummat,” ujarnya.
Dalam suasana wabah ini dan datangnya era industri 4.0, kata Rektor, sesungguhnya menyajikan peluang yang sangat menjanjikan untuk para lulusan. Sehingga menurutnya, wisudawan harus memiliki kejelian melihat berbagai peluang dibalik rintangan dan tantangan yang menghadang. “Carilah inovasi dan tetaplah dengan semangat menyongsong hari depan sehingga anda tidak akan terbelenggu dan tergilas oleh kemajuan jaman karena 4.0,” terangnya.
Pada wisuda kali ini, jumlah lulusan yang dilantik sebanyak 1.190 wisudawan terdiri dari Sarjana 1.125 wisudawan, Magister 51 wisudawan, Doktor 4 wisudawan dan Program Studi Program Profesi Insinyur 10 wisudawan. Lulusan terbaik dengan IPK tertinggi diraih oleh Intan Setiasih dari Prodi Matematika FMIPA dengan IPK 3,96, sedangkan lulusan tercepat diraih oleh Ratih Prameswari Wulan Asih dari Prodi Manajemen FEB dalam waktu 3 tahun 4 bulan 16 hari, disamping itu lulusan termuda diraih oleh Tasya Siti Hamidah dari F. Psikoligi dalam usia 20 tahun.
Anak Kondektur Bus Berhasil Raih Cumlaude
Keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang bagi seseorang untuk berjuang menggapi cita-citanya. Banyak upaya bisa dilakukan, asal orang tersebut mau berusaha dan bersungguh-sungguh. Begitupun hal yang dilakukan Daffa Muhammad Dzubyan, terlahir sebagai anak kondektur bus, rupanya tak lantas menyurutkan semangatnya untuk dapat menyelesaikan pendidikan hingga jenjang sarjana.
Daffa merupakan seorang wisudawan Universitas Islam Bandung (Unisba) yang dilantik pada prosesi wisuda Unisba gelombang II tahun akademik 2019-2020, Sabtu, (20/2). Setelah mengenyam bangku pendidikan selama empat tahun di Unisba, Daffa berhasil lulus dari Program Studi HukumEkonomi Syariah dengan IPK 3.87, yudisium Pujian.
Anak pertama dari tiga bersaudara ini mengatakan, di awal masa perkuliahan, orang tuanya sempat mengalami kesulitan biaya. Namun, melihat keinginan yang besar dalam dirinya untuk melanjutkan studi kebangku kuliah, akhirnya orang tua Daffa memutuskan meminjam dana untuk membayar biaya kuliahnya di tahun pertama.
“Ketika pertama masuk, biaya kuliah itu bayar sendiri, bisa di bilang saya kuliah modal nekat. Orang tua pinjam kesana kesini untuk bisa kuliah. Hal itu yang membulatkan tekad saya untuk mencari beasiswa agar bisa meringankan beban orang tua,” ujarnya.
Daffa bercerita, meskipun keluarganya tidak memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi. Justru hal tersebut malah mendorongnya untuk dapat meraih gelar sarjana. Dia berharap, keputusan yang diambil kelak akan membawanya kesuatu jenis pekerjaan yang lebih mapan. Untuk membantu meringankan beban orang tuanya, di semester tiga Daffa pun memutuskan untuk mencoba mengikuti program beasiswa Baitul Maal yang diselenggarakan Unisba.
Setelah melewati beberapa tahap seleksi mulai dari tes hafalan surat-surat pendek, ujian tulis, dan wawancara. Daffa akhirnya terpilih menjadi salah satu penerima beasiswa Baitul Maal Unisba. Program beasiswa Baitul Maal adalah program bantuan biaya pendidikan yang diberikan Unisba kepada mahasiswa yang memiliki potensi akademik memadai, namun kurang mampu secara ekonomi. Selain itu, untuk mempertahankan beasiswa tersebut, mahasiswa juga dituntut untuk bisa meningkatkan hafalan surat Al-Qur’an di setiap semesternya.
“Alhamdulillah setelah dinyatakan lolos, saya terus berupaya meningkatkan hafalan Qur’an dan bisa memperoleh beasiswa sampai lulus kuliah. Sampai lulus kuliah saya bisa menghafal dua juz dan itu hal yang saya syukuri hingga hari ini,” terangnya.
Tak hanya itu, untuk menambah uang saku, Daffa bahkan sempat berjualan kue basah olahannya sendiri yang kemudian dijajakan di kantin kampus. Daffa mengatakan, meskipun dia dibekali uang saku yang cukup, namun Daffa sadar usaha yang dia lakukan bisa sedikit meringankan beban orang tuanya dalam memenuhi kebutuhannya sebagai mahasiswa.
Sementara itu, ayahanda Daffa, Utep Rodiana, mengungkapkan sudah menjadi kewajiban bagi setiap orang tua menjadi tulang punggung bagi keberlangsungan hidup anak-anaknya termasuk dalam membiayai pendidikan. Dia berpesan, dalam keadaan apapun orang tua harus mengusahakan apapun yang terbaik demi mewujudkan cita-cita anaknya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/prosesi-pelantikan-wisudawann-oleh-rektor-unisba.jpg)