Heboh Data Warga Bandung Diduga Bocor, DPRD Minta Pemkot Perkuat Mitigasi dan Pengamanan
Anggota Komisi I DPRD Kota Bandung, Ahmad Rahmat Purnama, menyoroti isu data kependudukan warga yang diduga dibobol.
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Anggota Komisi I DPRD Kota Bandung, Ahmad Rahmat Purnama, menyoroti isu data kependudukan warga yang diduga dibobol dan berpotensi disalahgunakan oleh kelompok peretas atau hacker.
Informasi tersebut viral di sosial media X alias Twitter setelah ditulis akun X bernama VECERT Analyzer pada 26 Maret 2026 pukul 19.42. Akun itu mengumumkan bahwa ada jutaan data kependudukan warga Kota Bandung yang diduga dibobol oleh hacker petrusnism.
Ahmad mengatakan, sebagai mitra dari Disdukcapil Kota Bandung, pihaknya meminta untuk memaksimalkan soal pengamanan data dan mitigasinya terutama data kependudukan agar ke depan tidak terjadi kebocoran data.
"Kita mendorong itu saja, tapi Insya Allah data aman lah. Kita hanya bisa mengingatkan begitu karena mereka kan yang menggunakan data base tersebut dan mengelola," ujar Ahmad belum lama ini.
Terkait adanya dugaan kebocoran data kependudukan warga itu, pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Kepala Disdukcapil Kota Bandung, Tatang Mochtar dan saat itu juga DPRD sudah mendapatkan penjelasan.
"Jadi saya sudah konfirmasi langsung ke Kadisdukcapil, Pak Tatang. Saya bilang Ini kan wajar kalau kemudian masyarakat khawatir data pribadinya itu menyebar ke mana-mana," katanya.
Dia mengatakan, hingga saat ini pihak Disdukcapil Kota Bandung terus menelusuri basis data tersebut. Namun, berdasarkan hasil penelusuran ada kecurigaan bahwa sumbernya bukan berasal dari database Kota Bandung.
"Karena ternyata datanya ada yang bukan hanya warga Kota Bandung. Tapi ada berasal dari luar kota Bandung," ujar Ahmad.
Selain itu, kata dia, Disdukcapil juga terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) karena basis data kependudukan tidak disimpan di server Disdukcapil, tetapi di server pusat Kemendagri.
"Disdukcapil hanya sebagai pengguna data. Karena itu, koordinasi dengan BSSN dan Kemendagri terus dilakukan untuk memastikan asal-usul data tersebut," ucapnya.
Atas hal tersebut, kata dia, pihak Disdukcapil Kota Bandung juga telah mengimbau warga untuk tidak resah dengan adanya dugaan kebocoran data tersebut karena hingga saat ini data itu masih tetap aman.
| ITB Siap Gelar UTBK 2026, Bakal Tampung Lebih dari 18 Ribu Peserta |
|
|---|
| Honda Safety Generation di SMAN 14 Bandung, Siswa Diajak Jadi Pelopor Keselamatan |
|
|---|
| Jangan Iseng Pakai Tiket Palsu, Satpol PP Siap Tindak Penonton Nakal di Laga Persib Vs Bali United |
|
|---|
| Jalan Akses Stadion GBLA Terendam 2 Kilometer Jelang Laga Persib, Rumah Pompa Disiagakan |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Bandung Malam Ini Minggu 12 April 2026, Cek Sekitar Stadion GBLA |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Foto-Kantor-DPRD-Kota-Bandung.jpg)