Gempa Bumi
Hewan Mungkin Punya "Super-sense", Perilakunya Bisa Jadi Tanda akan Terjadi Gempa Bumi
Adanya hewan yang turun gunung, cacing yang keluar dari tanah, dan hewan ternak yang gelisah sering diartikan sebagai salah satu tanda gempa bumi.
Namun, penelitian yang dipublikasikan dalam Bulletin of the Seismological Society of America ini menyarankan bahwa perilaku aneh para hewan mungkin dipengaruhi getaran awal.
Dengan kata lain, hewan mungkin lebih sensitif pada getaran awal.
"Hewan- hewan itu mungkin merasakan gelombang seismik - gelombang P (primer) atau S (permukaan) - yang dihasilkan oleh foreshock," ujar Woith.
"Pilihan lain, bisa jadi merupakan efek sekunder yang dipicu oleh foreshock, seperti perubahan air tanah atau pelepasan gas dari tanah yang mungkin dirasakan oleh hewan," katanya.
Kita juga tak bisa mengesampingkan kemungkinan bahwa hewan punya super-sense.
Dengan mencatat aktivitas populasi hewan dalam jangka panjang, jauh sebelum gempa bumi, kita mungkin bisa mendapat informasi yang lebih baik tentang bagaimana perubahan perilaku mereka terkait dengan sifat gempa.
"Sampai saat ini, hanya sedikit seri waktu yang terkait dengan perubahan perilaku hewan. Paling lama hanya satu tahun," kata Woith. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Benarkah Perilaku Hewan Bisa Jadi Tanda Gempa Bumi?", Klik untuk baca: https://sains.kompas.com/read/2018/04/20/200600823/benarkah-perilaku-hewan-bisa-jadi-tanda-gempa-bumi-?amp=1&page=2.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/lempeng-tektonik-yang-ada-di-bumi-berpengaruh-terhadap-gempa-bumi-di-indonesia.jpg)