Breaking News:

Angka Covid-19 di Kota Bandung Tetap Tinggi Saat Diberlakukan PSBB Proporsional, Juga Kematian

Penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 ternyata masih tinggi meski telah diberlakukan PSBB proporsional.

Tribun Jabar/Putri Puspita Nilawati
Pengunjung yang bekerja di kafe saat fase PSBB proporsional. Di Kota Bandung angka penambahan kasus Covid-19 tetap tinggi dalam dua minggu pelaksanaan PSBB proporsional. 

"Dari 203 orang sampai kemarin 255 orang (meninggal) dan kita berdoa ini tidak bertambah," katanya. 

Angka kematian akibat Covid-19 di Kota Bandung, kata dia, masih di atas Provinsi Jawa Barat.

Namun, relatif lebih baik daripada angka kematian secara nasional. 

"Persentase kematian akibat Covid-19 di Kota Bandung menurun hingga ke angka 1,99 persen. Persentase ini berada sedikit di atas provinsi 1,14 persen dan di bawah level nasional 2,71 persen," katanya. 

Beberapa faktor penularan Covid-19 masih tinggi di Kota Bandung, kata dia, di antaranya karena mobilitas masyarakatnnya yang masih tinggi serta testing, tracing dan treatment (3T) yang terus dilakukan satgas. 

Baca juga: Atalia Acungi Jempol Inovasi SMKN 1 Garut, Bisa Diaplikasikan di Desa-desa

"Hal yang paling utama karena kita selalu melaksanakan urveillance proses yaitu dengan 3T. Sekarang ada tambahan 306 nakes yang sekarang ini tersebar di 80 puskesmas dalam rangka testing terus dilakukan," ucapnya.

Disanksi berat

Untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Kota Bandung, tempat usaha yang melanggar peraturan wali kota (perwal) saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional akan mendapat sanksi lebih berat.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Bandung bakal meningkatkan sanksi karena selama ini, pengusaha dianggap mempermainkan perwal.

Maka, Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna, mengusulkan agar sanksi untuk pelanggar jam operasional dan kapasitas diperberat dari awalnya hanya dikenakan denda Rp 500 ribu menjadi jutaan rupiah.

Halaman
123
Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved