Breaking News:

Gempa Bumi

Hasil Penelitian Kegempaan, Potensi Gempa Sesar Lembang Hingga 7,2 SR, Ini Gambaran Keaktifannya

Sejumlah kegempaan di wilayah Jawa Barat mulai dikaitkan dengan keberadaan sesar Lembang. Hasil penelitian gempa akibat sesar ini bisa sampai 7,2 SR.

Tribunjabar/Mega Nugraha
Tebing Keraton, Merasakan Kesejukan Bandung dan Memandang Sesar Lembang dari Tepi Jurang 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah kegempaan di wilayah Jawa Barat mulai dikaitkan dengan keberadaan sesar atau patahan Lembang.

Patahan ini membentang sejauh 29 kilometer,  memanjang dari Padalarang, Kabupaten Bandung Barat hingga Jatinangor, Kabupaten Sumedang.  

Selama periode Mei 2010 hingga Desember 2011, terdeteksi setidaknya sembilan kali gempa bumi di patahan Lembang. 

Baca juga: Wawancara Ekslusif Ahli Gempa ITB, Sesar Lembang Itu Nyata dan Berbahaya, Bisa Picu Gempa Besar

Baca juga: NGERI, Tak Banyak Orang Tahu, Hari Ini 25 Tahun Lalu Papua Diguncang Gempa Bumi dan Tsunami

Para ahli sepakat, patahan ini aktif dan berpotensi memicu gempa-gempa lainnya, termasuk potensi gempa dahsyat seperti digambarkan Prof. Sri Widyantoro dari ITB dalam penelitiannya tempo hari.

Lantas apa yang terjadi jika Jawa Barat benar-benar diguncang gempa bumi dengan magnitudo 8,7?

Berikut petikan wawancara eksklusif jurnalis Tribun Jabar, Cipta Permana, dengan Ketua Pusat Unggulan IPTEK (PUI), Sains, dan Teknologi Kegempaan, yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB, Dr Irwan Meilano.

Setiap gempa yang terjadi di wilayah Jawa Barat, selalu dikaitkan masyarakat dengan  aktifnya sesar Lembang, bagaimana sebenarnya kondisi sesar Lembang itu?

Sesar Lembang itu adalah salah satu dari lima sesar aktif potensi sumber gempa yang ada di wilayah Jawa Barat, selain sesar Cimandiri, sesar Cipamingpis, sesar Garsela, dan sesar Baribis.

Riset tentang sesar Lembang itu telah ada cukup lama, salah satunya di publikasikan oleh Prof. Cia sekitar tahun 1968 lalu.

Dalam paper-nya dijelaskan dengan sangat baik, bagaimana proses terbentuknya Gunung Api Sunda Purba, yang kemudian berkembang menjadi sebuah sesar aktif dengan memiliki pola geser mendatar mengiri dan pola turun dengan perbandingan 2:1.

Halaman
1234
Penulis: Cipta Permana
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved