Mirip Sosok Mbah Marijan, Abah Lurah Pilih Bertahan Hidup Sendiri di Kampung Mati, Ini Alasannya

Abah Lurah memilih bertahan hidup di kampung mati, Dusun Cimeong, Desa Cilayung , Kecamatan Ciwaru, Kuningan, karena sudah berkomitmen.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Hermawan Aksan
Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Situasi kampung mati di Dusun Cimeong, Desa Cilayung, Kecamatan Ciwaru, Kuningan, Jawa Barat. 

"Dalam kedudukan legalitas tanah dan banguan, atau warga yang berdomisili di Mekarsari ini resmi dan telah dilakukan upaya gulung tikar sebelumnya," katanya.

Luas lahan diketahui milik desa dijadikan objek tukar guling dengan warga terdampak di Kampung Cimeong itu ada sekitar r hektare.

"Luas tanah yang ditukar guling, tentu disesuai dengan luas lahan warga tertimpa longsoran tersebut," katanya.

Sekedar informasi, Dusun Cimeong, Desa Cilayung, Kecamatan Ciwaru, Kuningan mendadak viral akibat disebut kampung mati.

Hal itu seperti diketahui dari berbagai Chanel YouTube yang menceritakan bahwa di Kuningan juga terdapat kampung mati.

Misalnya, Chanel Kuningan Boga yang m menyajikan videonya berjudul Kampung Mati di tengah - tengah pegunungan, selama tiga kebelakang itu di nonton sebagai 6 ribuan pengunjung.

Saat berupaya menelusuri, ternyata akun YouTube itu di miliki atas nama Dadan, yang juga Warga Kecamatan Cidahu.

Saat dihubungi dia menyebut, ketertarikan mengupload Dusun Cimeong sebagai kampung mati. Sebelumnya mendapat izin dari pemerintah desa setempat.

Baca juga: Prospek Bisnis Menggiurkan, Peternak Lebah di Kampung Madu Banjaranyar Mulai Kembangkan Trigona

"Iya, sebelum ambil video. Saya pamit ke pemerintah desa untuk mengeksplore, kok ada juga ya di Kuningan kampung mati," kata Dadan saat menyampaikan melalui sambungan selulernya, Rabu (10/2/2021).

Saat ditanya sekitar aktivitas dalam mengambil dokumen di kampung mati.

Dirinya terkejut dengan kondisi lingkungan sekitar yang masih tersisa beberapa bangunan atau rumah milik warga sebelumnya.

"Awalnya tidak tahu, kampung mati ini akibat apa. Namun setelah dongeng dengan warga sekitar, kampung ini dulu aktif dan selayaknya warga di pemukiman pada umumnya," katanya.

Sekitar kampung mati, kata Dadan, beberapa bangunan rumah warga kurang terawat akibat di tinggalkan beberapa waktu lalu, hal itu tampaknya memberikan nuansa tersendiri alias berkesan mistis.

Baca juga: Penjual Kerang Digigit dan Diseret Buaya, Ternyata Begini Kondisi Muara yang Ada di Banten Ini

"Ya, yang rasakan ada bedanya saat berada di kampung mati tadi," ujarnya.

Keberadaan kampung mati, kata dia, ini persis berada di perbukitan.

Di samping itu, diketahui ada beberapa bangunan rumah separo tertimbun matrial longsor.

"Mungkin bisanya kampung mati ini akibat ada bencana alam dan penduduk disini melakukan pengungsian," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved