216 Meninggal Akibat Covid-19, Bandung Perketat Protokol Kesehatan, Kelompok Ini Justru Bandel

Kasus Covid-19 di Bandung diklaim terkendali dan per 12 November 2021 konfirmasi sembuh 9.516 orang serta yang meninggal 216 orang

Penulis: Tiah SM | Editor: Siti Fatimah
tribunjabar/nazmi abdurrahman
ilustrasi- Kasus Covid-19 di Bandung diklaim terkendali dan per 12 November 2021 konfirmasi sembuh 9.516 orang serta yang meninggal 216 orang 

TRIBUNJABAR. ID,  BANDUNG -Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana memastikan pandemi Covid-19 di Kota Bandung masih terkendali. Salah satu .indikatornya, angka keterisian tempat tidur di rumah sakit hanya 60 persen.

"Positif aktifnya turun,  reproduksi virus di bawah angka 1 dan angka sembuh terus bertambah, mudah-mudahan libur Imlek tidak menimbulkan klaster," ujar Yana di Balai Kota Bandung, Sabtu (13 /2).

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya dengan Sasaran Nakes Mencapai 70 Persen

Baca juga: Tragedi Keluarga, Bapak Terlibat Hutang, Anak Diculik Jadi Sandera, Aksi Kejar-kejaran Dengan Polisi

Yana tetap meminta warga Kota Bandubg tetap waspada.

Tak hanya itu, seluruh elemen masyarakat juga harus menyosialisaikan tentang pencegahan penyebaran Covid-19. 

Baca juga: AWAS, Tolak Vaksinasi Covid-19 Sekarang Bisa Didenda, Sudah Ada Perpres-nya

Baca juga: Susunan Pemain Leicester City vs Liverpool, Sesaat Lagi Live Streaming TV Bersama di Mola TV

"Pandemi ini masih ada dan tetap harus laksanakan protokol kesehatan,"katanya.

Untuk data per 12 Februari 2021 dari Pusat Informasi Covid-19 Kota Bandung, konfirmasi positif 890 orang, konfirmasi sembuh 9.516 orang, dan meninggal 216 orang.

Baca juga: VIDEO Disuntik Vaksin Covid-19 Tahap Kedua, Bupati Sumedang: Tidak Sakit, Tidak Ada Gejala Apa Pun

Baca juga: Hujan Deras Disertai Angin Kencang Landa Kota Tasik Sore Tadi, Pohon Bertumbangan Melintang di Jalan

Yana juga akan memperketat protokol kesehatan di lingkaran pedagang kaki lima dengan cara membatasi ruang gerak.

"Pemkot sudah menutup beberapa jalan agar tidak ada PKL tapi pedagang itu bergerak sehingga pindah-pindah berjualan dan petugas tidak mungkin berjaga 24 jam," ujarnya.

Baca juga: Bupati Sumedang Minta Masyarakat Siap-siap Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Waktunya

Baca juga: Keluarga Fakhri Rahmadiza Syafni Syok, Semalaman Gelisah Ingat Anak Tenggelam di Garut, Mohon Doa

Sementara itu Ketua Komisi A DPRD Kota Bandung, Rizal Khairul mengungkapkan, wabah virus covid 19 belum berakhir.

Oleh karenanya perlu dilawan bersama-sama.

Baca juga: Berawal 3 Positif, 1000 Santri Di Swab Test, Belum Ada Hasil, Puluhan Santri Alami Gejala Covid-19

Baca juga: Berhasil Kabur saat Digerebek Bersama Istri Orang, Pria Ini Ditemukan Tewas di Ladang 3 Jam Kemudian

Sebagai duta vaksin, Rizal mengajak seluruh elemen masyarakat mengampanyekan pelaksanaan vaksinasi. Karena vaksin merupakan upaya untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.

"Vaksin ini harus dilakukan untuk memutus rantai penyebaran covid 19. Saya juga setiap ketemu warga menyampaikan bahwa penting vaksin ini, bukan solusi keseluruhan tapi mencegah penyebaran,"  ujar Rizal. 

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved