Ruam di Ketiak Akibat Pakai Deodoran? Atasi dengan Cara Ini
sebagian orang memiliki alergi pada kandungan dalam deodoran. Efeknya adalah mengalami ruam, kemerahan, atau sensasi terbakar di area ketiak
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Setiap orang pasti ingin selalu tampil wangi dan harum dimanapun terutama saat beraktivitas di luar rumah.
Biasanya seseorang menggunakan parfum atau deodoran pada daerah tertentu seperti ketiak untuk menghilangkan bau yang timbul didaerah tubuh tersebut.
Saat berkeringat, ketiak memang cenderung mengeluarkan keringat lebih banyak dari area tubuh lainnya.
• Suasana Klenteng Kun An Tong Jelang Imlek, Ibadah Hanya Diikuti Pengurus, Pukul 00.00 Waktu Sakral
Namun tidak semua orang memiliki kulit yang sama terlebih cukup banyak orang yang sensitif dengan produk deodoran.
Dikutip dari Kompas.com, sebagian orang memiliki alergi pada kandungan dalam deodoran.
Efeknya adalah mengalami ruam, kemerahan, atau sensasi terbakar di area ketiak karena menggunakan deodoran tertentu.
Pada kasus terparahnya bahkan bisa mengalami peradangan atau kulit mengelupas.
Jika kamu mengalami hal tersebut, hal pertama yang harus dilakukan adalah berhenti menggunakan deodoran tersebut.
Namun, ruam ketiak juga bisa menjadi indikasi bahwa kamu sensitif terhadap bahan tertentu dalam deodoran. Kulit ketiak sangat tipis, sehingga wajar jika seseorang mengalami sensitivitas di area tersebut, meskipun tidak mengalami iritasi di area tubuh lainnya.
• Buku Pelajaran Siswa SMA di Bandung yang Berisi Link ke Situs Dewasa Tak Akan Dimusnahkan, Mengapa?
"Kulit ketiak sangatlah tipis dan akan bereaksi terhadap lebih banyak bahan, daripada bagian tubuh lainnya," kata Nava Greenfield, M.D. dari Schweiger Dermatology Group di New York City, seperti dilansir Mind Body Green.
Ruam yang terjadi bisa disebabkan oleh beberapa hal.
Seperti alergi bahan tertentu atau reaksi iritasi.
Keduanya cenderung sama, sehingga agak sulit untuk menemukan indikasi ruam yang dirasakan.
Reaksi alergi adalah respons peradangan di kulit dan umumnya ditemukan oleh dokter setelah melalui pemeriksaan.
Sementara iritasi, atau terkadang disebut dermatitis kontak, biasanya lebih jarang daripada penyebab karena alergi dan umumnya terjadi karena paparan berulang dari bahan yang mengiritasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-deodorant_20170814_185931.jpg)